Wacana Pemberian Gelar Adat Melayu pada ‘DJOSS’ Merugikan!

MEDAN (bareskrim.com) | Ada kabar yang berhembus terkait wacana pemberian gelar adat kepada pasangan Syaiful Hidayat alias Djarot – Sihar Sitorus oleh beberapa tokoh adat Melayu Langkat, mendapat pertentangan dari sejumlah tokoh Melayu.

Santer terdengar aktor intelektual dibalik wacana tersebut disebut-sebut Dato Sri H Syamsul Arifin selaku Ketua Umum PB MABMI (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia).

Sontak kabar tersebut sangat melukai hati warga Melayu yang belum tentu mendukung pasangan DJOSS maju di Pilgub Sumut. “Kami selaku warga Melayu dan juga sebagai anak negeri yang lahir dan besar di Langkat sangat menyesalkan gagasan yang diduga ditenggarai Dato Syamsul Arifin,” ucap T Syaiful Anhar mantan Wakil Ketua PW Ansor Sumut 89/92 pada awak media di Medan, Minggu (8/4/2018).

Menurutnya, Dato’ Syamsul jangan bermanufer di Pilkada Langkat maupun Pilgub Sumut yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 secara serentak. “Permainan itu akan berdampak pada adiknya sendiri yang tak lain H Syah Afandin alias Ondim,” paparnya.

Menurut Ketua Forum Karya Putra Sumut (FKPSU), permainan politik di Pilkada Langkat dan diujung masa jabatan Ngogesa dinilai akan memanas. “Kita duga ada oknum tertentu yang tidak menginginkan Bupati Langkat Ngogesa mengakhiri jabatannya dengan baik dan ‘tanpa noda’, dengan munculnya manuver politik seperti kabar yang beredar,” cetusnya.

Syaiful berpesan untuk Ngogesa, agar tak terpancing atau tidak terpeleset dengan isu-isu politik yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Khawatirnya manuver tersebut akan berimbas seperti yang dialami H Zulfirman Siregar & H Zulkifli Harahap (dua mantan Bupati Langkat) yang menuai masalah dengan beberapa tokoh adat masyarakat Melayu,” ucapnya.

Syaiful menambahkan, Ngogesa sebagai Bupati Langkat harus mewaspada hal ini. “Perkawinan silang di Pilkada Langkat dengan calon Cana dan Ondim dinilai sudah baik dan tepat, namun yang perlu diwaspadai adalah isu manuver politik yang salah kaprah bisa berakibat kekalahan, seperti yang dialami pasangan Asrin Naim dan Legimun ketika berhadapan dengan pasangan Ngogesa – Budiono pada Pilkada Langkat 2008,” tandasnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *