Kejiwaan Kompol Fahrizal Diperiksa

MEDAN (bareskrim.com) | Kompol Fahrizal sampai saat ini masih dilakukan tahap pemeriksaan kejiwaan sama ahli forensik kejiwaan yang diturunkan baik dari internal Polri dan eksternal.

“Kita sudah menurunkan ahli forensik dari Mabes Polri (internal) untuk
memeriksa kejiwaan Kompol F. Dan mereka bilang Kompol F harus dilakukan pemeriksaan kejiwaan intensif minimal selama 14 hari,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian saat dijumpai di
Polda Sumut, Selasa (10/4/2018).

Dikatakan Andi, sesuai petunjuk dari tim forensik kejiwaan Mabes Polri dengan dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari, mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

“Jadi kita mau cari tahu dulu, apa penyebab sehingga adik kita itu
bisa melakukan penembakan terhadap adik iparnya sendiri,” ujarnya.

Mengenai kenapa Ditreskrimum Polda Sumut menurunkan tim pemeriksa
kejiwaan dari internal dan eksternal, Andi menyatakan hal itu dikarenakan saat dilakukan penyelidikan, tersangka (Kompol F) seakan bukan berada di dalam ruang penyidikan.

“Dia (Kompol F) merasa kalau dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, udah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu,” kata Andi Rian meniru omongan Kompol F saat diperiksa penyidik.

Maka dari itu, pihaknya sudah membentuk dua tim masing-masing dari internal dan eksternal dengan anggota dua orang setiap tim. “Kalau dianalogikan secara logika, kemungkinan ini tidak bisa terjawab. Karena diri dan kejiwaan Kompol F masih terganggu. Makanya kita melakukan pemeriksaan kejiwaan yang dibantu dari tim Mabes (internal) dan ahli psikologi dari luar (eksternal). Karena pemeriksaan yang dilakukan seperti layaknya orang normal, tidak bisa dilakukan kepada Kompol F,” terang Andi.

Diakuinya, dengan 14 hari pemeriksaan kejiwaan, pihaknya berharap bisa
mengetahui dan mendapat jawaban terkait kejiwaan dari Kompol F. “Untuk prosesnya kita masih dalam penyelidikan. Jadi saya harap kalian sabar. Kalau sudah ada titik terang, pasti kan kita kabari,” katanya.

Segala upaya, lanjut Andi Rian, akan dilakukan pihaknya untuk
mengetahui kenapa penembakan itu bisa terjadi. “Saya sangat berharap kepada kawan-kawan, agar tidak memasukkan opini dalam memberikan pertanyaan terkait kasus ini. Kita bergerak berdasarkan fakta di lapangan. Biar informasinya tidak simpang siur,”
ujarnya seraya menyatakan jangan timbulkan opini dalam kasus
ini. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *