Sumut Nomor 1 Narkobanya?

MEDAN (bareskrim.com) | Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa menyatakan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merupakan wilayah tertinggi pertama di Indonesia untuk narkoba.

Hal itu diungkapkannya, saat ditemui wartawan disela-sela kunjungan spesifik DPR RI untuk kesiapan menangani berbagai masalah di wilayah Sumut, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, (12/4/2018).

“Kalau mau kita telusuri, Sumut ini nomor satu. Karena Sumut sangat dekat dengan sumbernya (narkoba),” katanya.

Ia menjelaskan, hal itu juga dikarenakan semakin banyaknya para narapidana kasus Narkoba yang ada di Sumut. Dengan pertumbuhan peningkatan yang signifikan, dari 75% ditahun 2017 menjadi 85% di tahun 2018.

“Namun kami juga mengapresiasi kinerja Polda Sumut dan BNNP Sumut,
sehingga kejahatan narkoba semakin diberantas. Apalagi wilayah-wilayah
perbatasan merupakan sumber masuknya narkoba di Sumut ini,” jelasnya.

Memang lanjut dia, BNNP Sumut dan Polda Sumut sering menangkap gembong narkotika. Akan tetapi pencegahannya pun harus pula dapat dengan masif dilakukan.

Sebab, menurut Desmond, kalau pencegahan dan penindakan bisa dilakukan dengan maksimal, maka Sumut pastinya tidak akan dianggap lagi sebagai wilayah dengan narkoba paling banyak kejadian pidananya. “Kalau banyak generasi muda di Sumut yang pencandu narkotika, lantas bagaimana nasib generasi bangsa di Sumut ini,” tandasnya.

Sementara itu, hal berbeda dikatakan, Kepala BNNP Sumut Brigjen Marsauli Siregar. Ia mengatakan, untuk narkoba, Sumut berada diperingkat kedua bukannya peringkat pertama.

“Sumut nomor 2. Saya datanya dari survei UI yang menyatakan nomor 1
adalah DKI dan nomor 2 kita (Sumut),” tegasnya.

Untuk itu, Marsauli mengaku, jika pihaknya terus mengupayakan
pemberantasannya. Hal itu malah dilakukan selama 24 jam. “Kita akan terus upayakan, nggak pernah tidur kita. Tapi upaya penyuluhan dan sosialisasi memang dianggap masih kurang. Namun yang jelas kita tetap komit, tidak hanya terkonsentrasi pada penindakan
saja,” terangnya.

Marsauli juga menyebutkan, berdasarkan pemetaan pantai timur merupakan daerah sumber narkoba di Sumut. Sementara untuk pemakai tertinggi berada di Kota Medan.

“Pantai timur itu memang sudah lama. Kalau dulu sebagai masuknya pakaian bekas, beras, keramik dan lain-lain. Tapi sekarang sumber narkoba,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *