BKKBN Sasar Warganet Kampanyekan Program KKBPK

MEDAN (bareskrim.com) | Media sosial (medsos) menjadi pilihan bagi warganet (netizent) untuk menyampaikan informasi singkat maupun panjang ke dunia mayat.

Wadah medsos yang digunakan warganet beragam, mulai dari jejaring sosial facebook, twitter, instagram maupun lainnya. Warganet yang beraktivitas melalui dunia maya cukup aktif bahkan sulit dihitung jumlah pengguna internetnya.

Melihat besarnya potensi warganet beraktivitas di medsos menjadi pilihan bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) untuk mengkampanyekan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pengendalian Keluarga (KKBPK).

Menurut Plt Kabid Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN, Sumut Yusrizal Batubara mengatakan, melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pengendalian Keluarga (KKBPK), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, saat ini lebih mengarah kepada pengguna media sosial (medsos).

“Medsos saat ini pemerhatinya sangat besar, sehingga jangksuannya lebih menyeluruh dan merata, baik masalah rencana keluarga, bagaimana mempersiapkan kesehatan reproduksi yang baik kepada anak-anak muda serta ditanamkan juga isu-isu kependudukan, daya tampung, daya dukung terhadap kebutuhan sehari-hari,” katanya dalam acara Pengembangan Advikasi dan KIE Melalui Media Massa Cetak/Elektronik Melalui Provinsi dan Kabupaten/Kota Sumut, di Grand Antares Hotel, Medan, Senin (16/4/2018).

Dikatakannya, dengan medsos, maka akan lebih efektif dan efisien. Apalagi penggunanya sudah sangat banyak, terutama di Facebook. Sekitar jutaan orang dari seluruh kalangan menggunakan aplikasi ini. Sehingga menyosialisasikannya, informasi tersebut juga akan mudah menyebar.

“Intinya, jika masyarakat mendapatkan informasi yang benar, edukasi maka sampainya kepada masyarakat juga akan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, banyak yang harus dipersiapkan. Oleh karena itu, ketika mereka mendapatkan informasi yang benar tentang KKBPK akan bisa menyiapkan suatu pondasi rencana ke depan. “Untuk remaja sudah tertanam membangun keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Dan ini adalah keluarga yang ideal dengan dua anak cukup,” ujarnya.

Saat ini, katanya, angka kelahiran di Sumut masih cukup tinggi, sesuai data nasional yakni 2,9 juta. Masih banyak upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menekan angka kelahiran ini, salah satunya adalah melalui tatanan medsos, agar dapat menjangkau seluruh kalangan, mulai para remaja, ibu dan lansia.

“Pembangunan keluarga yang diharapkan, yakni¬†mulai dari ibu-ibu yang memiliki anak balita, remaja dan lansia yang akan diajak bergabung. Dan mereka diharapkan dapat menyiapkan diri menjadi ibu yang hebat, sejak si anak di dalam kandungan, sehat ibunya, sehat anaknya, mendapatkan air susu ibu (ASI), dan tumbuh menjadi anak yang berkualitas,” tukasnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara ( BKKBN Sumut), Temazaro Zega mengungkapkan, program KKBPK yang dulu hanya mengenal sebagai peogram KB.

Pada awalnya program ini, dahulunya dimulai ada keprihatinan di kalangan masyarakat. Banyak ibu meninggal karena melahirkan. Hal ini dikarenakan banyak anak. Sehingga secara diam-diam diberikan informasi agar dapat mengatur kelahiran.

“Secara diam-diam karena belum menjadi program dan masih banyak yang tidak setuju karena bertentangan dengan agama dan budaya. Sehingga terbentuk sebuah organisasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), yang sudah mulai nyata memberikan programnya dalam memberokan pencerahan, namun masih secara diam-diam,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, program KKBPK bukan membatasi kelahiran, tetapi menyejahterakan keluarga. Sehingga pemerintah membentuk LKBN, yakni semi pemerintah dan swasta. Sehingga dibentuklah BKKBN untuk mengatur program ini.

“Awal program ini, salah satu variabel indikator keberhasilan, yakni Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total,” katanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *