Humas Polda: Kompol Andi Chandra Tak Masuk Kategori Gugur dalam Tugas

MEDAN (bareskrim.com) | Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra yang menjadi korban meninggal akibat karamnya speedboat yang ditumpanginya, tidak masuk dalam kategori perwira yang gugur dalam bertugas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting menyatakan, ada kategori penilaian Polri, bagi personel yang berhak naik pangkat akibat gugur dalam bertugas. Itu pula yang menjadi alasan Kompol Andi Chandra, tidak naik pangkat meski meninggal mengenakan seragam dinas.

“Kalau naik pangkat statusnya harus gugur sesuai ketentuan. Misalkan gugur dalam bertugas, seperti dalam pertempuran atau memburu teroris,” ujar Rina, Rabu (25/4/2018).

Kendati begitu, kata dia, atas jasa-jasa pengabdian Kompol Andi Chandra di institusi kepolisian, Polda Sumut akan mengusulkan ke Mabes Polri tentang status yang akan diberikan kepadanya.

“Namun demikian sedang diusulkan ke Mabes Polri untuk status yang bersangkutan apakah meninggal atau gugur,” katanya.

Sementara, terkait peristiwa karamnya speedboat Polairud yang ditumpangi rombongan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang di perairan Desa Sei Lumut, Kecamatan Panai Tengah pada (21/4/2018), Rina menyebut murni musibah.

“Penyelidikan apa lagi? Itu murni musibah. Kan sudah diketahui penyebab kapal karam karena menabrak tunggul kayu,” katanya.

Disinggung soal standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam menggunakan speedboat tersebut, Rina memastikan sudah sesuai SOP. Namun diakuinya, saat kejadian itu, rombongan Kapolres Labuhanbatu tidak mengenakan pelampung. “Sudah sesuai standar. Pelampungnya ada, cuma karena terburu-buru tidak sempat menggunakan pelampung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang bersama rombongan. Di antaranya Wakapolres Kompol Andi Chandra menghadiri undangan Bupati Pangonal Harahap di Kecamatan Panai Hilir. Usai menghadiri pesta pernikahan putra ke 2 Bupati itu, rombongan kembali menyeberang laut,

Tapi, dalam pelayaran kapal yang ditumpangi mengalami kecelakaan menabrak tunggul beting dan merusak lambung kapal yang diduga minim peralatan penyelamatan seperti rompi pelampung atau life jaket.

Dalam situasi itu, air masuk dengan cepat sehingga membuat panik seluruh penumpang hingga melompat ke laut yang tidak jauh dari penyebab Wakapolres hanyut tenggelam terperangkap dalam ruangan kapal speedboat dengan spesifikasi panjang 6 meter lebar 2 meter dan tinggi sekira 3,5 meter.

Jasadnya kemudian ditemukan terapung menggunakan pakaian dinas lengkap (PDL) kepolisian di koordinat N 2 33 11 E 100 82 setelah 18 jam pencarian bersama tim Polres Labuhanbatu, Polair, BPBD, KPLP, TNI AL dan masyarakat nelayan dengan menggunakan 15 kapal. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *