Polda Sumut Amankan Kawanan Begal Kota Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Empat pelaku begal yang kerap beraksi di Kota Medan, diamankan petugas Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut dari penyergapan terpisah.

“Dari keempat tersangka yang diamankan, satu di antaranya sebagai penadah,” terang Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (25/4/2018).

Dijelaskannya, kawanan begal tersebut berjumlah tujuh orang, termasuk satu penadah. Namun, polisi masih memburu tiga pelaku lainnya karena berhasil kabur saat disergap. “Tiga orang lagi masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Adapun keempat tersangka, yakni Ridwan (27), warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegalsari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul, Febrianto Simanjuntak (20), warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegalsari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai pencari target.

Sedangkan, Arnold warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala, sebagai penadah dan Christian Simangunsong (25), warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegalsari II, Kecamatan Medan Denai berperan membantu tersangka lain melancarkan aksi mereka. “Ada tiga tersangka lagi yang sedang dalam buronan, masing-masing DD, FR dan KP,” kata Andi Rian.

Sementara, Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, para tersangka merupakan penjahat jalanan (begal, red) yang sering beraksi di kawasan Jalan Serdang, Jalan Asia, Jalan Letda Sujono, dan Jalan Helvetia.

“Mereka ini merupakan jaringan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Sebenarnya ini wilayah hukum dari masing-masing Polsek. Namun, karena sudah sangat meresahkan, maka kita mengambil peran untuk melakukan pengembangan dan penangkapan,” kata Maringan.

Disebutkan Maringan, kawanan begal tersebut biasa merampas sepeda motor korbannya dan barang berharga lainnya. Jika melawan, tersangka tidak segan melukai korbannya.

“Jadi, kalau ada kawannya yang sudah ditangkap, mereka akan mengubah lokasi dan menunggu paling cepat dua bulan setelah mendapat kabar komplotannya ditangkap petugas,” sebutnya.

“Banyak TKP mereka ini. Saking banyaknya, para tersangka lupa menyebutkan di mana saja mereka beraksi,” ujarnya.

Sementara, Kanit Ranmor Subdit III/Umum, Kompol Anjas mengaku berhasil mengamankan tersangka berdasarkan ciri-ciri yang diperoleh dari penyelidikan.

“Jadi kita menyebarkan informasi mengenai para tersangka ini. Setelah mendapatkan keberadaannya, kita langsung melakukan penyergapan,” pungkas Anjas.

Tersangka Ridwan mengaku sudah empat kali melakukan begal. Uang hasil kejahatan biasanya digunakan untuk berfoya-foya. “Uang dari begal aku gunakan untuk beli sabu bang. Sudah empat kali saya lakukan itu bang. Biasanya saya melakukan aksi kalau lagi kepingin nyabu bang,” akunya.

Setelah beraksi, dia mengaku iba melihat korbannya. Tapi, barang yang sudah dikuasai selanjutnya akan dijual dan hasilnya dibagi. “Setelah saya berhasil mengambil sepeda motor korban, saya langsung kepikiran bagaimana korban begal itu,” ujarnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *