Polda Tahan Dua PNS KSOP Tanjungbalai-Asahan Tersangka Korupsi

MEDAN (bareskrim.com) | Penyidik Subdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sumut resmi menetapkan Juliansyah (PNS/Plh Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan KSOP) Tanjungbalai-Asahan dan Muhammad Arif (PNS/Nahkoda) patroli kapal Sar-01 kantor KSOP Tanjungbalai-Asahan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan didampingi Kasubdit III/Tipidkor, AKBP Doni S Sembiring, SIK di dan Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan di Mapolda Sumut pada Jumat (11/5/2018).

“Juliansyah melakukan pengutipan sebesar Rp 8 juta untuk kepengurusn surat ukur dalam negeri sementara, pas besar sementara dan sertifikat kelayakan dan pengawakan kapal penangkap ikan terhadap KM Jaya Sempurna II dan Kapal KM Jaya Sempurnaa III. Sedangkan Muhammad Arif melakukan pengutipan untuk pengurusan Grosse akta Kapal KM Jaya Sempurna II dan Kapal KM Jaya Sempurna III sebesar Rp 6 juta,” ujarnya.

Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) RI Nomor 15 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan Negara Bukan Pajak bahwa tarif yang berlaku pada kementrian perhubungan adalah untuk surat ukur dalam negeri sementara kapal 7 GT s/d 35 GT Rp 100 ribu, pas besar sementara Rp 150 ribu, sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan Rp 75 ribu dan Grosse Rp 250 ribu.

“Jadi ditemukan adanya perbuatan melawan hukum (pungutan liar/pungli) pemerasan memaksa seseorang memberikan sesuatu diluar dengan aturan. Kedua tersangka melanggar pasal tindak pidana korupsi pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu yang dibayar sebagaimana dimaksud dalam 12 huruf (e) subs pasal 11 undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHPidana,” tuturnya.

Dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) ini, kepolisian telah memeriksa 5 orang saksi dan melakukaan gelar perkara sehingga menetapkan kedua PNS KSOP Tanjungbalai-Asahan sebagai tersangka.

“Kedua tersangka telah dilakukan penahanan dan saat ini kita (kepolisian) tahap melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” katanya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *