Waspadai!!! Modus Baru Perampokan di Bandara Kualanamu

MEDAN (bareskrim.com) | Aksi perampokan khusus penumpang pesawat udara dengan modus baru berhasil diungkap pihak Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut. Modusnya, yakni pelaku berpura-pura sebagai driver (pengemudi) taksi.

Namun dalam pengungkapan tersebut, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur (ditembak) di kaki kedua tersangka Abdullah (29), warga Jalan Sei Mencirim dan Dedi (36), warga Jalan Simpang Pos, karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur ketika hendak ditangkap.

Direktur Reskrimum Poda Sumut, Kombes Andi Rian melalui Kasubdit III/Umum Ditreskrimum, AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kanit Ranmor, Kompol Anjasmara menyebutkan, aksi perampokan yang dilakoni kedua tersangka terbilang cara baru, menyasar penumpang pesawat dari Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) yang hendak menggunakan jasa mereka sebagai taksi. Kedua tersangka ditangkap di rumah Dedi, Jalan Simpang Pos Medan, (13/5/2018).

“Yang satu berperan mencari penumpang, sedangkan satunya lagi sebagai sopir taksi gelap. Mereka mencari korban yang dianggap mudah untuk dilumpuhkan, terutama wanita,” kata Maringan Simanjuntak, Senin (14/5/2018).

Sebut Maringan, penangkapan ini berhasil dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat dan media massa memberitakan peristiwa perampokan yang kerap beraksi dengan modus jasa angkutan dan korbannya dibuang di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal.

“Kita sudah mengetahui ciri-ciri tersangka beserta mobil yang sering digunakan untuk beraksi,” bilang Maringan.

Dikatakannya, kedua tersangka melakukan niat jahatnya dengan cara ‘ngetem’ atau mencari mangsa di Bandara KNIA tujuan Medan. Ketika itu, Nugrahi Sri Utami (22), warga Jalan Ahmad Yani Medan langsung memasuki mobil Toyota Avanza silver plat nomor polisi B 1143 FZA.

Di dalam mobil, korban terkejut melihat Abdullah sudah berada di dalam. Kepada korban, Dedi menyebut akan turun di kawasan Simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa. Pengakuan itu membuat korban percaya hingga rela naik taksi gelap tersebut.

Namun dalam perjalanan, korban langsung diancam menggunakan senjata tajam (sajam). Untuk menakuti korban, tersangka mengancam akan memperkosa dan membunuhnya. Korban ketakutan hingga pasrah dan menuruti permintaan pelaku, termasuk memberikan nomor PIN ATM yang telah dikuasai tersangka. Tersangka juga sempat meremas payudara dan kemaluan korban.

“Ancaman itu membuat korban takut dan langsung memberikan semua harta bendanya kepada kedua tersangka. Korban juga mengalami pelecehan seksual di dalam mobil,” sebut Maringan.

Selanjutnya, kedua tersangka menguras uang di ATM korban sejumlah Rp 6,7 juta ketika melintas di kawasan Bandar Selamat. Setelah menggasak uang dan harta benda korbannya, tersangka kemudian membuang ibu rumah tangga (IRT) tersebut di Jalan Bunga Raya persis di depan kantor PLN Sunggal.
“Korban diturunkan di sana sambil memberikan uang sebanyak Rp700 ribu,” terangnya.

Terkait peristiwa itu, Maringan Simanjuntak berpesan kepada para pengguna taksi di Bandara KNIA untuk lebih hati-hati dan memastikan jasa angkutan yang ditumpanginya resmi.
“Pesan moralnya, para pengguna jasa taksi harus bisa memastikan yang ditumpanginya itu resmi agar terhindar dari aksi kejahatan,” pesannya.

Sementara, Kanit Ranmor, Kompol Anjasmara meminta kepada para korban yang pernah mengalami perampokan serupa segera mendatangi Mapolda Sumut agar dipertemukan dengan tersangka untuk mengenali wajahnya.

“Ya, kita imbau juga warga masyarakat yang pernah menjadi korban perampokan modus yang sama segera datang ke kita, biar kita pertemukan dengan tersangka,” imbaunya.

Kedua tersangka diganjar Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas/perampokan) dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *