Solusi Stunting Adalah Penggalakan Kampung KB

MEDAN (bareskrim.com) | Plt Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dwi Listya Wardhani mengatakan, masalah stunting adalah masalah utama di Indonesia. Karena itu, pihaknya berupaya membantu mengatasi masalah tersebut.

Dikatakannya, ada 5 bidang dalam mengatasi permasalahan stunting ini, di antaranya meningkatkan kualitas penduduk. Yakni, misalnya memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait keadaan gizi bagi bayi lima tahun (balita).

“Tetapi kalau pihak BKKBN membantu memberikan solusi terkait stunting, dengan menggalakkan kampung KB,” kata Dwi Listya, di Medan, Rabu (23/5/2018).

Dalam hal ini, katanya, pihak pemerintah daerah (pemda) juga masih kurang dalam menggalakkan kampung KB. Karena itu, Dwi Listya berharap, agar seluruh masyarakat, terutama pemda ikut peduli dengan konsep kampung KB ini. Apalagi, kebanyakan masyarakat berasal dari kampung.

“Kita berawal dari bawah terlebih dahulu, dengan yang utama adalah kualitas SDM-nya di kampung-kampung. Semoga konsep ini dapat berjalan sesuai harapan,” harapnya.

Melalui Program Kampung KB, yang merupakan Program Lintas Sektor dalam peningkatan kesejahteraan masayarakat. Orang tua akan mendapatkan Pemahaman pola asuh anak melalui Program Menjadi Orangtua Hebat yang digalakkan oleh BKKBN, kemudian Kemudian dilengkapi oleh Program Lintas sektor lainnya, seperti Program ASI ekslusif, BKB Holistik Integratif (BKB, Posyandu, Paud).

Ia juga mengimbau, agar media dapat ikut berpartisipasi menggalakkan kampung KB, agar konsep ini dapat diketahui masyarakat luas. “Hal ini juga sebagai salah satu bentuk sosialisasi dan merupakan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan SDM,” ujarnya.

 

Adapun, jelas Dwi Listya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan si anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil.

Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

“Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas,” ucapnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *