Polda Sumut Ciduk Kurir Sabu Aceh-Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut tangkap seorang kurir narkoba jenis sabu di seputara jalan lintas Sumatera (jalinsum) Medan-Banda Aceh persisnya, di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat tepatnya di lokasi stasiun pengisian bensin umum (SPBU) pada (20/5/2018).

Tarmizi (28), warga Desa Suka Mulia, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang diamankan karena berdasarkan informasi yang diterima pihak Subdit III/Ditresnarkoba Polda Sumut bahwa ada dua orang yang membawa narkoba jenis sabu dan akan melintas di Jalinsum Medan-Aceh tepatnya di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw menceritakan penangkapan berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa ada dua laki-laki membawa narkotika jenis sabu yang melewati jalan lintas Sumatera (Medan)-Banda Aceh, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Mendapat informasi tersebut, petugas Unit 1 Subdit lII Ditresnarkoba Polda Sumut langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesuai informasi masyarakat tersebut yang dipimpin langsung oleh Kompol Aris Wibowo.

Kata Paulus, tim melihat satu unit mobil Toyota Kijang Innova warna Biru Metalic BK 1878 BH di jalan lintas Sumatera Medan- Banda Aceh, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat tepatnya di SPBU.

“Mobil tersebut diberhentikan tim dan sopir yang diketahui bernama Anuwar langsung melarikan diri karena mengetahui mobil yang ia kendarai diberhentikan petugas kepolisian,” sebut Paulus, Jumat (25/5/2018).

Paulus mengaku, Anuwar belum tertangkap dan sudah masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tim berhasil melakukan penangkapan Tarmizi yang merupakan warga Desa Suka Mulia, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Selanjutnya, masih dikatakan Paulus, tim melakukan penggeledahan terhadap mobil dan tim menemukan di jok belakang mobil berupa satu tas warna hitam merah yang didalamnya terdapat 19 bungkus plastik teh warna hijau bertuliskan Cina merek Qing Shan dan 10 bungkus plastik warna emas bertuliskan tulisan Cina berlogo lima bintang yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan seberat 28.18 Kilogram.

“Kita sudah lakukan pengejaran kepada Anuwar, tapi belum juga ditemukan,” kata Paulus.

Saat diinterogasi, Tarmizi mengaku dirinya mendapatkan narkoba jenis sabu itu dari seorang yang bernama Tengku Rizal (masih DPO).

“Tengku Rizal juga sudah masuk ke DPO dan masih dalam pengejaran. Jadi Tengku Rizal ini yang mengedarkan, karena dari dia sabu itu yang setelah itu diberikan kepada Hendra alias Hen di Kabupaten Aceh Tamiang, kemudian Hen (DPO) menyerahkan kepada Anuwar (DPO) dan Tarmizi untuk disalurkan kepada pembeli di Kota Medan,” ujar Paulus.

Jadi, sambung Paulus, Tarmizi melakukan kejahatan dengan motif mencari keuntungan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara mengantar narkotika jenis sabu kepada calon pembeli/penerima dan perbuatan ini telah sering dilakukan berulang kali.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah 29 paket sabu seberat 28.18 Kg, satu unit handphone dan satu unit mobil Toyota Kijang lnnova warna Biru Metalic BK 1878 BH.

Tarmizi, sebut Paulus, melanggar Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp.1.000.000.000 dan paling banyak Rp 10.000.000.000.

“Dengan tertangkapnya barang bukti sabu tersebut kita dapat menyelamatkan anak bangsa sejumlah 142.979 orang dengan asumsi 1 gram untuk 6 orang pemakai. sedangkan untuk ekstasi anak bangsa dapat diselamatkan 300 orang,” pungkas Paulus. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *