Sempat Viral di Medsos | Kondisi Kakek Abdurahman Memprihatinkan

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Kehidupan memang tak melulu menjanjikan hal yang indah. Tak jarang, beberapa orang mengalami hal pahit dalam kehidupan mereka.

Soal nasib, tidak semua makhluk di bumi bisa mendapat nasib yang sama mujurnya. Seperti yang dialami seorang kakek di Aceh Tamiang ini menjadi satu diantara sekian banyak orang di Indonesia yang mengalami kemalangan.

Bagaimana tidak, pria tua renta bernama Abdurahman tinggal sebatang kara di Kampung Kota Lintang Kecamatan Kuala Simpang Aceh Tamiang.

Diketahui dari viral postingan akun Grub Facebook Berita Aceh Tamiang, para awak media yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Atam menelusuri dan menyambangi kediaman rumah Abdurahman (24/5/2018).

Dalam penelusuran ini, para awak media sangat terkejut melihat kondisi asli tempat tinggalnya, dengan kondisi di rumah sangat sederhana bahkan bisa dibilang tak layak.

Ternyata kakek berusia 70 tahun ini sehari-hari bukan makanan saja bergantung dari pemberian tetangga sekitar rumahnya, bahkan air untuk mandi dan cuci baju saja dibantu dengan warga sekitar.

Aliran listrik pun tidak masuk ke rumahnya jadi apabila malam hanya lilin yang menerangi di kehidupan malamnya. “Saya hidup sendiri di rumah ini, istri sudah pisah 10 tahun yang lalu anak- anak pun ikut ibunya ,saat hujan kondisi rumah bocor, jadi apabila hujan turun, air langsung membasahi semua tempat tidur maupun pakaianya,” ucapnya.

“Untuk bekerja berat saya sudah tidak bisa lagi karena mempunyai sakit asmah, jadi lelah sedikit penyakit sesak nafas kambuh, dan baru 3 bulan yang lalupun saya baru siap opresi Kista dan ini masik juga terasa sakit bekas operasi,” ungkap Abdurahman sambil berlinang airmata dan dengan nafas yang sesak.

Saat ditanya ini rumah siapa pak abdurahman menjawab, sebenarnya ini rumah sewa akan tetapi karena kondisi umur dan tenaga kerja yang tidak sangup lagi pemilik rumah memberikan tumpangan rumah ini.

Harapan yang ingin sekali pak Abdurahman capai, semoga saja ada warga yang suka rela memberikan bantuan rumah kepadanya atau tumpangan rumah sewa gratis pun tak masalah karena hidupnya sudah tidak panjang lagi.

Jika tidak ada yang membantu cukup dengan memberikan sumbangan modal sedikitpun juga tak masalah dengan menjual rokok jajanan atau BBM. “Yang penting ke depanya walaupun sudah tidak kuat lagi, tapi tidak terlalu menyusahkan orang lain,” cetus Abdurahman. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *