Sukran Jamilan Tanjung tak Penuhi Panggilan Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit II/Hardabangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan, Senin (4/6/2018).

“Memang sesuai surat panggilan yang sudah kita kirim, jadwalnya hari ini (4/6/2018) Sukran Jamilan Tanjung diperiksa sebagai tersangka. Tapi, sampai jam 14.00 WIB, dia belum datang,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Kata dia, ketidakhadiran Sukran Jamilan Tanjung untuk diperiksa sebagai tersangka tidak ada pemberitahuan dari pihak manapun, termasuk kuasa hukumnya. Penyidik tidak mengetahui kondisi dan keberadaan Sukran.

Karena itu, sambung MP Nainggolan, selanjutnya, penyidik akan melayangkan panggilan kedua terhadap mantan Bupati Tapteng tersebut. Namun, belum diketahui untuk waktu kehadiran yang bersangkutan.

“Kita tidak tahu apakah dia (Sukran, red) sakit atau bagaimana, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Subdit II/Hardabangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut telah mengajukan pencekalan terhadap mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung, tersangka dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta tersebut ke pihak Imigrasi.

“Pencekalan tersangka Sukran Jamilan Tanjung sudah kita ajukan beberapa hari lalu agar tidak bisa melarikan diri,” sebut Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada awak media, (24/5/2018).

Penetapan tersangka Sukran Jamilan Tanjung berdasarkan bukti transfer uang ke rekening orang lain, tapi tersangka yang mengambilnya.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, mantan bupati Tapteng itu dilaporkan oleh Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III.

Terlapor ada dua orang yaitu Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung. Korban dan terlapor pernah bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp 5 miliar dan ini yang memberitahukan Bupati.

“Nah, Sukran yang menjabat sebagai Bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi,” paparnya.

Uang yang diminta Sukran Jamilan Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar 450 juta rupiah, dengan harapan akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Namun, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 378, 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *