Menelurusi Tercemarnya Sungai Kampung Alur Selebu

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Masyarakat Kampung Alur Selebu Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang menyaksikan ikan mati mengapung pada aliran sungai air berwarna hitam, (21/06/2018). Diduga air sungai tercemar limbah sawit.

Sejumlah warga kampung yang namanya tidak mau dipublikasikan menyampaikan laporannya pada para awak media yang tergabung dalam AWDI. Hal tersebut langsung ditindaklanjuti oleh para wartawan.

Pada (22/6/2018), awak media melakukan konfirmasi pada pihak perusahaan yang berdekatan dengan sungai Kampung Aur, yakni PTPN I.

Basri selajku Pejabat Manager Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara (PTPN) I Kebun Pulo Tiga Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang kepada beberapa wartawan yang tergabung di AWDI menyampaikan, limbah yang terlihat di aliran sungai bukan berasal dari PKS PTPN I, tapi limbah tankos (tandan kosong) yang sudah tertumpuk lama dan saat hujan turun, air yang terkandung dari tumpukan tersebut terbawa ke aliran sungai.

Basri menambahkan, walaupun telah terjadi adanya ikan-ikan yang mati, namun kecil kemungkinannya itu berasal dari limbah tankos, karena pada tumpukan limbah tankos sering ditumbuhi oleh jamur dan itu dikonsumsi oleh masyarakat, tapi tidak pernah menyebabkan kematian.

Basri yang didampingi tiga orang stafnya, dan salah satu staf labornya mengatakan, keasaman yang terukur pada aliran sungai yaitu sekitar 7 PH-nya. “Untuk laporan terkait limbah kami tetap melaporkannya secara rutin pada pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh serta Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Aceh Tamiang,” terangnya.

Terkait pemulihan ekosistim terhadap limbah tersebut, Basri menambahkan, pihaknya belum memikirkan untuk memulihkan ekosistim ikan yang mati di aliran sungai tersebut, karena harus terlebih dahulu mencari penyebabnya.

“Untuk limbah tankos yang tertumpuk telah kami pindahkan ke areal perkebunan lainnya,” tegas Basri.

Di tempat terpisah, untuk mengetahui lebih lanjut kemungkinan terjadinya proses hukum, para wartawan juga menemui Ipda Hendra S SH sebagai Kapolsek Tamiang Hulu yang turut didampingi Kanit Intel Brigadir Sahuddin Syah.

Terkait persoalan limbah tersebut, Ipda Hendra menyampaikan, pihaknya telah turun ke lapangan, dan juga telah menelusuri aliran sungai yang tercemar limbah, juga telah meninjau kolam penampungan limbah PKS PTPN I Kebun Pulo Tiga dan telah mendapat penjelasan dari pihak perusahaan.

“Terkait kemungkinan adanya persoalan pidana, semua proses penyidikannya akan diserahkan langsung pada Polres Aceh Tamiang yang akan menindak lanjutinya,” tegas Ipda Hendra.

Pada hari yang sama penelusuran terkait pencemaran limbah yang diduga berasal dari PKS PTPN I Kebun Pulo Tiga, para wartawan menemui Syamsul Rizal Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang di kantornya Jalan Ir H Djuanda Kecamatan Karang Baru.

”Kebenaran tentang terjadinya pencemaran lingkungan akan diteliti lebih jauh, baru nanti hasilnya dapat disimpulkan,” jelas Syamsul Rizal.

“Team DLH telah turun ke lokasi dan sudah mengambil contoh limbah yang akan diperiksa dilaborotarium, hasilnya nanti akan segera diketahui,” tegasnya.

Dari hasil pantauan, analisa, konfirmasi yang dilakukan oleh beberapa wartawan yang tergabung dalam AWDI, jika memang pabrik tersebut limbahnya mencemari sungai, maka perusahaan akan dikenakan sanksi pelanggaran undang-undang nomor 23 tahun 2009 tentang Penataan dan Pentaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ganjaran denda sebesar 1 sampai 3 milyar, dan dalam hal ini pihak-pihak yang berwenang harus dapat bekerja dengan sebaik mungkin.

“Jangan biarkan anak cucu kita mengkonsumsi air penuh limbah, yang melanggar patut menerima hukuman,” kata Ketua AWDI Aceh Tamiang, Rizal. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *