Tahun 2018 | BKKBN Sumut Targetkan 2/3 Kabupaten/Kota Rampung Grand Design Kependudukan

MEDAN (bareskrim.com) | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan peserta Keluarga Berencana (KB) baru dan aktif, serta pembinaan kelompok-kelompok kegiatan di bawah program-program ketahanan keluarga sebagai pemenuhan kebutuhan KB.

“Ini adalah pencapaian program kita untuk akhir tahun ini, sebagai tujuan kita di dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Temazaro Zega kepada wartawan usai acara Halal Bihalal di lingkungan BKKBN Sumut, Jalan Krakatau, Medan, Senin (25/6/2018).

Selain itu, pihaknya juga menargetkan dua pertiga (2/3) kabupaten/ kota selesai menyusun grand design kependudukan. Sehingga di tahun berikutnya dapat dilakukan seratus persen (100%).

Dikatakannya, dalam pencapaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah, yakni 40%. Hal ini dikarenakan, alat kontrasepsi (alkon), seperti IUD dan implan masih dalam proses pengadaan, yakni masih 15%.

“Jumlah pengadaan suntik dan pil KB cukup banyak, namun masyarakat Sumut lebih meminati implan, tetapi tidak bisa dilakukan terburu-buru dalam proses pengadaannya, agar tidak terjadi kesalahan dalam prosedur dan administrasinya yang tidak kita inginkan. Kita berharap pada November mendatang, implan sudah masuk pengadaannya ke Sumut,” bebernya.

Disinggung terkait kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan wilayah kerjanya, Temazaro mengaku, hingga saat ini sudah cukup bagus, meski belum seluruhnya mencapai 100%.

Namun, pihaknya menekankan kepada seluruh jajaran pimpinan di BKKBN Wilayah Sumut, agar menjadi teladan yang dapat dicontoh oleh bawahannya, serta melakukan pengawasan yang ketat.

“Karena Pemerintah Pusat juga memperhatikan kinerja ASN di BKKBN Wilayah Sumut ini, sehingga tidak bisa main-main dalam bekerja. Harus bekerja penuh, bekerja keras dan cerdas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam acara Halal Bihalal tersebut, ia berharap, hubungan silaturahmi sesama pegawai semakin erat dan dapat memberikan energi yang besar agar semakin bersemangat dalam bekerja dan menjalankan fungsi pokoknya sebagai ASN, apalagi sudah menjalani cuti bersama.

“Sehingga dapat mengejar dan berlari cepat dalam mencapai target program yang diberikan Pemerintah Pusat,” tukasnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *