Dikabarkan Mantan Bupati Tapteng Ditahan Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung, akhirnya dikabarkan ditahan penyidik Subdit II/Hardabangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut, (25/6/2018).

Informasi diperoleh menyebutkan, Sukran Jamilan Tanjung ditahan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai tersangka dari pagi hingga malam hari.

Sebelumnya, saat ditemui Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian mengakui, pihaknya memeriksa Sukran Jamilan Tanjung, setelah dua kali mangkir dipanggil sebagai tersangka. “Dia (Sukran Jamilan Tanjung) datang kita periksa,” kata Andi Rian, (25/6/2018).

Ditanya soal penahanan terhadap tersangka dugaan penipuan dan penggelapan ‘mahar’ proyek tersebut, Andi Rian belum bisa memastikan, karena pemeriksaan sedang berlangsung dan keputusan itu merupakan kewenangan penyidik.

Tapi, Andi tidak menampik kemungkinan mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung bisa dilakukan penahanan. Apalagi, yang bersangkutan terkesan tidak kooperatif, karena dua kali mangkir dari panggilan penyidik dalam status sebagai tersangka. “Untuk penahanan bisa saja, tapi itu kewenangan penyidik. Kita tunggulah hasil pemeriksaan,” imbuh Andi Rian.

Sebelumnya, penyidik telah dua kali melakukan panggilan sebagai tersangka terhadap Sukran Jamilan Tanjung dan Amirsyah Tanjung, pada Jumat (8/6/2018) lalu. Namun yang bersangkutan mangkir dengan berbagai alasan.

“Panggilan kedua kepadanya sudah kita lakukan kemarin. Tapi dia juga tidak hadiri,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada awak media, (12/6/2018).

Namun, MP Nainggolan mengakui, dalam surat panggilan kedua tersebut, Sukran mengirimkan surat keberatan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Polda Sumut.

Penyidik Subdit II/Hardabangtah Ditreskrimum Polda Sumut telah mengajukan pencekalan terhadap mantan Bupati Tapteng ini ke pihak Imigrasi. Pencekalannya dilakukan, agar tersangka Sukran Jamilan Tanjung tidak bisa melarikan diri.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, mantan Bupati Tapteng itu dilaporkan oleh Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/ SPKT III.

Terlapor dua orang yakni, Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung. Korban dan terlapor pernah bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp 5 miliar.

“Sukran yang menjabat sebagai Bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi,” paparnya.

Uang yang diminta Sukran Jamilan Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp 450 juta, dengan harapan akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Namun, proyek tidak terealisasi. (amri/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *