Musibah KM Sinar Bangun | Kadis Perhubungan Samosir Jadi Tersangka

MEDAN (bareskrim.com) | Polda Sumut resmi menetapkan Kadis Perhubungan Samosir, Nurdin Siahaan sebagai tersangka baru, tenggelamnya KM Sinar Bangun. Namun, Polda belum melakukan penahanan dengan berbagai pertimbangan.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Andi Rian mengaku penahanan tersebut tergantung penyidikan yang dilakukan.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyidik sebelum mempertimbangkan perlu-tidaknya seseorang ditahan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (28/6/2018).

Dia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan, bertambahnya tersangka lainnya mengingat kasus ini masih berjalan.

Senada dengannya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan juga mengatakan hal sama. Kata dia, penahanan seorang tersangka itu mutlak menjadi kewenangan penyidik.

“Bisa ditahan, bisa juga tidak. Semua tergantung kewenangan penyidik. Kalau tidak ditahan pasti ada pertimbangannya,” sebutnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, bahwa ditemukannya kelalaian dalam melakukan pengawasan.

“Memang arahan pasti ada kesana (tersangka). Karena berkaitan dengan kewenangan dan tanggung jawab termasuk kelemahan dalam pengawasan,” ungkapnya, (26/6/2018).

Paulus menduga, unsur kelalaian itu terjadi, karena tidak berjalanannya regulasi yang seharusnya menjadi ketetapan dalam keselamatan penumpang.

“Seharusnya regulasi itukan di cek and ricek kemudian diawasi. Tapi nampaknya itu semua sebagaimana dugaan penyidik tidak diatur didalam regulasi itu sendiri,” katanya.

“Larangan itu ada, batasan itu ada, tapi mereka tidak melarang dan memberikan pengawasan secara ketat sesuai dengan fungsinya masing-masing,” sambung Paulus.

Paulus mengakui, jika selama ini pengawasan terhadap perkapalan di Danau Toba masih lemah. Itu dikatakannya, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan dinas, pemilik kapal dan regulator ada banyak persoalan dalam pengangkutan.

“Misalkan saja kapal sejenis 17 GT tidak boleh mengangkut sepedamotor. Tapi kenyataannya, sarana dan prasarana cuma itu,” terangnya.

Namun begitu, kata Paulus, seluruhnya menyerahkan kepada proses pengadilan untuk mengungkapnya. “Saat ini, sudah 10 sampai 16 orang yang kita periksa sebagai saksi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Sumut telah menetapkan nahkoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu, Rihad Sitanggang, sebagai tersangka. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *