Harga Gas ‘Melon’ di Agara Dijual Diatas HET?

KUTACANE (bareskrim.com) | Harga gas subsidi berukuran 3 Kg di Aceh Tenggara (Agara) dijual diatas harga enceran tertinggi (HET) sesuai penetapkan pemerintah.

Hal tersebut seperti terjadi di Pangkalan Rahmat Tani kawasan Pajak Pagi Kecamatan Lawe Bulan, dimana harga satu tabung ‘melon’ dijual Rp 25000, Jumat (29/6/2018).

Padahal harga satu tabung gas melon itu bila sesuai HET hanya Rp 22 ribu. “Saya sangat kecewa dengan Pangkalan Rahmat Tani yang menjual gas 3 Kg yang bersubsidi diatas harga HET yang telah ditentukan. Ini tidak boleh dibiarkan, saya minta kepada penegak hukum dan instansi terkait untuk segera menindak pangkalan yang nakal untuk diproses secara hukum,” pinta salah satu warga setempat bernama Safrizal (34) kepada awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com).

Serupa juga dikatakan warga lain, Amin, menurutnya tingginya harga jual gas LPG 3 Kg di pangkalan tersebut karena tidak ada pengawasan dari pihak terkait, baik itu dinas terkait atau aparat penegak hukum setempat.

“Kami masyarakat kecil tidak tahu menahu mengadu kemana, walaupun mahal tetap kami beli karena gas LPG subsidi langka disini,” terangnya yang diamini warga lain.

Andi selaku Supervesor PT Gasta Mulyo Jumat (29/6/2018), merupakan pemasok gas bersubsidi di wilayah Agara saat dikonfirmasi membenarkan harga tertinggi enceran Rp 22 ribu.

Belum lama ini, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melalui jejaring media sosialnya menaruh perhatian pada fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Pada (17/3/2018), di akun Facebook-nya, Irwandi memperingatkan semua pangkalan agar menyalurkan gas 3 kg tersebut kepada masyarakat miskin.

“Kepada Dealer Gas Bersubsidi, Anda wajib menjual gas bersubsidi langsung kepada masyarakat miskin. Anda tidak boleh menjualnya kepada pedagang dan kepada keluarga kaya,” tulis Irwandi.

“Ini adalah PERINGATAN PERTAMA sekaligus PERINGATAN TERAKHIR.” Irwandi juga meminta masyarakat yang melihat dapat melaporkan langsung ke inboxnya.

Selain itu, Irwandi juga meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam. “Aparat penegak huku kenapa mendiamkan saja. Alasan tidak tau? Itu tidak mungkin, sebab anda mempunyai intel. Di akhir statusnya itu, Irwandi meminta netizen untuk membagikan statusnya itu sebanyak-banyaknya. “Tolong share sebanyak2nya.” (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *