Tantangan Lulusan Unimed harus Mampu Beradaptasi dengan Pasar Kerja

MEDAN (bareskrim.com) | Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Dr Syawal Gultom MPd mewisuda 1.134 lulusan yang digelar di Gedung Serbaguna Unimed, Kamis (5/7/2018).

Lulusan tersebut terdiri dari 9 orang bergelar Doktor; 7 orang lulusan bergelar Magister Humaniora; 160 bergelar Magister Pendidikan; 12 orang bergelar Magister Sains; 909 orang bergelar Sarjana Pendidikan; 14 orang bergelar Sarjana Sastra; 38 bergelar Sarjana Sains; 32 orang bergelar Sarjana Ekonomi; dan 7 orang bergelar Diploma Ahli Madya.

Turut hadir mengikuti upacara wisuda, para guru besar dan anggota senat Universitas Negeri Medan, Wakil Rektor, Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan Fakultas, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, seluruh staf fungsionaris Unimed, dan ribuan tamu undangan keluarga wisudawan.

Dalam pidatonya, Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan, semoga apa yang diraih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan non akademik di ‘kampus hijau’ mengantarkan para lulusan menuju gerbang kesuksesan hidup, dan akan membanggakan keluarga bangsa dan negara.

Kompetensi keahlian dan skill yang telah diperoleh selama studi di Unimed tentunya dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para wisudawan untuk berkiprah, meniti karir dan meraih masa depan yang cemerlang.

Ucapan terima kasih yang tulus kepada masyarakat dan para orang tua yang telah mengamanatkan putra-putrinya untuk dididik dan dibina di kampus kebanggaan kita Universitas Negeri Medan.

Revolusi Industri

Beliau mengungkapkan, wisuda merupakan titik awal dari perjuangan baru dengan tantangan baru yang lebih berat. Pada saat ini, saudara berada pada abad 21 dan akan mempersiapkan generasi baru Indonesia yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya ada lima elemen penting yangharus menjadi perhatian dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yaitu 1) persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang IT/ICT dan Big Data Analitic.

Ke 2) Rekontruksi kebijakan kelembagaan yang adaptif dan responsif seperti menerapkan Cyber University yang menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Ke 3) SDM yang khususnya dosen yang responsive, adaptif dan handal. Ke 4) Terobosan-terobosan baru dalam pengembangan kualitas riset dan ke 5) Terobosan inovasi perusahaan berbasi teknologi.

Lanjut Syawal, tantangan lulusan Unimed ini tentu harus mampu menyesuaikan dengan pasar kerja. Keahlian dan skill yang dimiliki tidak akan berarti, jika lulusan ini tidak mampu memiliki softskill, terutama mampu bekerja salam tim work, memiliki komitmen kerja yang tinggi dan tanggungjawab atas amanah kerja yang dibebankan.

Melalui kurikulum berbasis KKNI yang telah diterapkan, lulusan Unimed sudah memiliki kompetensi yang diharapkan oleh pasar kerja. Diantaranya ; memiliki kompetensi terukur sesuai bidang keahliannya, mampu berbahasa inggris, memiliki kemampuan IT dan yang kependidikan ahli dalam mengembangan model dan media pengajaran.

Melalui kompetensi tersebut, kita berharap lulusan Unimed dapat mudah menyesuaikan dengan pasar kerja dimana akan mengimplementasikan ilmunya untuk masyarakat luas. Kedepan, Unimed akan tetap fokus terhadap pengembangan pendidikan karakter guna menghasilkan generasi yang jujur, cerdas, tangguh dan peduli.

“Kita patut bersyukur bahwa Universitas Negeri Medan telah resmi beralih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Dengan Status PK-BLU ini, Unimed diharapkan mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0 baik dari segi akademik maupun non akademik yang akan memacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Unimed,” katanya.

Prof Syawal Gultom berpesan, jagalah nama baik almamater Unimed, tampilkan diri saudara sebagai insan yang memiliki kapasitas hardskill dan softskill yang baik, tetap komunikasi dan jalin terus silaturrahim dengan Unimed sebagai almamater saudara, dan sesama alumni, dimanapun berada harus memiliki jiwa satu hati yang kuat, berikan kontribusi kepada Unimed berupa masukan, kritik yang konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bekerja tulus, ikhlas dengan tetap menjaga wibawa dan martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar Unimed.

Wakil Rektor II Dr Restu MS mengumumkan yang lulusan yang memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi tingkat Universitas yaitu Muhammad Afrisal dengan IPK 3.92 dari Prodi PGSD, Indahwaty Suwandy dengan IPK 3.92 dari prodi Pend. Bahasa Inggris, Nurcintama Purba dengan IPK 3.89 dari prodi Pend.Sejarah, Julia Mardhiya dengan IPK 3.85 dari S2 prodi Pend. Kimia, dan Ambri Zailani Siregar dengan IPK 3.80 dari prodi Pend. Jasmani, Kesehatan dan Reaksi. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *