Sengketa Lahan Antara Masyarakat dan PT Rapala Menggelinding ke DPRK Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Masyarakat Kampung Kebun Sungai Yu Kecamatan Bendahara mendatangi gedung DPRK Aceh Tamiang, (10/7/2018).

Tujuannya untuk mengadukan nasibnya terkait permasalahan yang dihadapi antara masyarakat dan pihak PT Rapala yang berlokasi di Kampung Kebun Sungai Yu Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

Warga kampung kebun Sungai Yu menuntut status kepemilikan tanah yang ditinggali saat ini bekas dari PT Parasawita.

Ketua LSM Lembahtari Sayed Zainal mewakili masyarakat menyampaikan, kedatangannya bersama masyarakat Kampung Sungai Yu ke DPRK Aceh Tamiang adalah untuk
menanyakan terkait status 21 orang yang menjadi tersangka penguasaan lahan dan mendirikan bangunan di areal HGU PT Rapala.

Warga juga mengklaim bahwa mereka diperkuat dengan SK Gubernur Aceh no SK 140/911/2013 tentang penetapan nama dan nomor kode wilayah administrasi pemerintahan kecamatan, mukim dan gampoeng di Aceh dengan nomor kode 11.16.02.04.2013

Said Zainal merasa prihatin melihat warga Kampung Perkebunan Sungai Yu, dengan waktu sekian lama belum juga terselesaikan masalahnya. “Saya berharap kepada pihak-pihak terkait agar dapat mengusut dan menyelesaikan permaslahan yang selama ini sedang di hadapi masyarakat,” harapnya.

Menanggapi penyampaian dari Ketua LSM Lembahtari, Ketua DPRK Kabupaten Aceh Tamiang Fadlin SHI menyampaikan, DPRK Aceh Tamiang akan menampung aspirasi masyarakat yang telah datang ke DPRK dan akan segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara warga dan pihak PT Rapala.

“Insha Allah, kami akan fasilitasi dan dalam waktu dekat akan dipanggil pihak-pihak terkait untuk penyelesaian permasalahan yang sedang dihadapi. Tugas kami (dewan) memfasilitasi  sehingga tujuan masyarakat tercapai, dan kepada warga Kampung Perkebunan Sungai Yu jangan mudah terprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab,” ingatnya.

Ismail selaku Ketua Komisi A menyampaikan, sebelumnya pihak DPRK sudah pernah membuat pansus dalam menyelesaikan permsalahan di PT Rapala dengan mencari solusi, agar dapat dibangun tempat tinggal bagi warga, serta tim pansus juga meminta kepada perusahaan untuk tidak mengusir masyarakat.

“Kami dari pihak DPRK Aceh Tamiang akan tetap berusaha mendukung dan memperjuangkan masalah yang sedang dialami masyarakat,” tambahnya.

Begitu juga dengan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda menyampaikan, akan memainkan peran di Forkopimda dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dengan berkoordinasi dengan LBH maupun LSM yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami akan memediasi masyarakat dengan pihak PT Rapala (eks Parasawita) yang berada di wilayah Desa Paya Rehat Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, agar menyiapkan berkas dan administrasi surat menyurat yang pernah dimiliki oleh masyarakat,” tuturnya.

Di kesempatan itu pula Ramlan selaku Datok Penghulu Kampung Perkebunan Sungai Yu meminta ketegasan pihak-pihak terkait, untuk menyelesaikan sengketa tersebut. “Melalui ketegasan ini, kami dapat tahu yang mana lahan  pemukiman dan persawahan, begitu juga kepada Ketua DPRK Aceh Tamiang, kami berharap atas dukungannya agar dapat menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi selama ini,” pinta Datok Ramlan. (evan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *