Boyong 3 Medali Emas | Pesilat Asal Unimed Kalahkan Pesilat Dunia

PADANG (bareskrim.com) | Rafi’ah Wardani Daulay yamg tercatat sebagai mahasiswi Unimed meraih 3 medali emas sekaligus pada ajang kejuaraan Festival Silat Internasional (FSI) di Padang.

Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Dispora Kota Padang selama 5 hari mulai dari 11-15 Juli 2018. Pada ajang bergengsi tersebut ada empat negara yang turut menjadi peserta, yakni Suriname, Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Pesilat dari mancanegara terbagi dalam enam tim, berjumlah 78 orang peserta. Sementara pesilat nusantara yang datang dari enam provinsi terdiri dari 10 tim dengan jumlah 300 orang. Dari Sumatera Barat (tuan rumah) berjumlah 558 peserta. Total 936 pesilat dunia berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.

Festival tersebut menampilkan keindahan seni bela diri silat dengan kategori perseorangan, berpasangan dan berkelompok.

Rafiah bersama rekannya mewakili Sumatera Utara berhasil meraih 13 medali terbaik. Rafiah sendiri meraih emas dari tiap kategori yang diperlombakan.

Rafi’ah mengatakan, ini pertama kalinya ikut festival silat pada ajang internasional, pastinya kurang pengalaman. “Alhamdulillah, bisa memborong emas dari ketiga kategori tersebut. Kekompakan dan keharmonisan gerakan menjadi kunci utama dalam seni bela diri, harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Mahasiswi Biologi 2016 ini melanjukan, untuk mengikuti festival ini harus persiapkan diri secara fisik dan mental. “Karena ini ajang internasional, dilihat penonton dari dalam dan luar negeri harus percaya diri dan tangguh. Saya dan teman-teman berlatih setiap hari menuju festival tersebut dan juga dikuatkan mental sama pelatih kalau untuk festival seperti ini tudak usah gugup, anggap seperti biasa seperti latihan,” ucapnya.

Seni bela diri bukan sekedar jurus saja namun harus dihayati dan konsentrasi dengan setiap gerakannya. Lebih berat menampilkan seni daripada bertarung. Oleh karena itu fisik dan konsentrasi harus dalam kondisi prima.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Festival Silat Internasional ini terselengara sebagai ajang silaturahmi, kegiatan dirancang untuk memperkenalkan aliran silat nusantara maupun mancanegara, bukan sekedar perlombaan atau kompetisi. Melalui festival itu, sesama pesilat maupun masyarakat bisa lebih mengenal aliran silat agar tidak punah,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Erizal Chaniago. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *