Syaiful Anhar: Cana Jangan Ikuti Jejak Pendahulunya

MEDAN (bareskrim.com) | Pemilihan Bupati Langkat telah usai. Bisa dipastikan bahwa Terbit Rencana Peranginangin-Syah Afandin menjadi juara pada 27 Juni kemarin. Banyak harapan yang tertumpa di pundak Ketua Partai Golkar Kabupaten Langkat ini.

Ya, salah satunya diutarakan pemerhati politik Bumi Amir Hamzah, T Syaiful Anhar. Apa yang jadi pemikiran putra kelahiran Langkat ini? Kepada PODIUM T Syaiful Anhar mengatakan, cuma satu hal yang kini masih mengganjal di pikirannya. Yakni soal kelahiran Kabupaten Langkat yang sedari dulu jadi polemik di masyarakat dan pemerintahan.

Tertuang selama ini bahwa HUT Kabupaten Langkat jatuh pada 17 Januari. Nah, kata Syaiful yang juga Ketua FKP-SU ini bahwa keputusan 17 Januari merupakan HUT Kabupaten Langkat adalah salah kaprah.

Apa pasal? Kembali pertanyaan itu mencuat. Dengan gamblang Syaiful menceritakan, pada tanggal tersebut bukanlah HUT Kabupaten Langkat sebagaimana tersiar. Sebab, pada 17 Januari merupakan hari jadi Kerajaan Langkat.

“Sekali lagi saya luruskan tanggal 17 Januari itu HAUL-nya Kerajaan Langkat, bukan HUT Kabupaten Langkat. Makanya jangan disamakan HAUL Kerajaan dan HUT Kabupaten. Inilah yang kerap kami bahas selaku putra Langkat selama ini. Namun anehnya, toh itu dianggap angin lalu oleh pejabat Bupati Langkat sebelumnya,” tegas Syaiful dalam pesan elektroniknya, Selasa (24/7/2018).

Imbas belum adanya keputusan HUT Kabupaten Langkat, Syaiful memprediksi akan menjadi bumerang bagi dua Bupati yang lalu. Dan, kata Syaiful, akibat salah kaprah mengenai penetapan tanggal HUT Kabupaten Langkat, kemungkinan buruk yang terjadi.

Seperti halnya Alm Zulkifli Harahap dan H Syamsul Arifin masuk penjara karena kualat pada para leluhur dan pendiri Kerajaan Langkat yang tak rela tanggal 17 Januari 1750 diambil oleh Pemkab Langkat sebagai hari jadi Kabupaten Langkat.

“Peristiwa demi peristiwa ini kita harapkan menjadi rujukan bagi Bupati Langkat mendatang, Terbit Rencana Peranginangin. Jangan sampai apa yang menimpa dua bupati sebelumnya menerpa Cana. Karena dikhawatirkan kalau memang penetapan HUT Kabupaten Langkat belum juga sesuai dan masih merujuk pada 17 Januari 1750, akan ada tumbal-tumbal lain yang menanti bui,” tegasnya.

Dan semoga Ngogesa tak pula bernasib sama seperti dua mantan Bupati Langkat yang sudah pernah merasakan panasnya hidup di balik jeruji besi. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *