Syawal Sebut Peserta Seleksi Mandiri Masuk Unimed Menurun | Inilah Faktornya

MEDAN (bareskrim.com) | Sebanyak 3.823 peserta mengikuti Seleksi Mandiri Mahasiswa Universitas Medan (Unimed) tahun ajaran 2018/2019‎. Pelaksanaan ujian seleksi tersebut, langsung dipantau Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd beserta para Wakil Rektor, Kamis (26‎/7/2018).

Syawal mengatakan, dari 3.823 peserta dengan perincian Sains dan Teknologi (Saintek) berjumlah 1005 peserta, Sosial dan Humaniora‎ (Soshum) sebanyak 2.155 dan Campuran dengan jumlah 663 peserta. Seluruh pelaksanaan dilakukan dua sesi, yakni pagi dan siang.

‎”Sampai siang tidak ada kenal‎, mengerjakan soalnya dengan baik. Dengan kuota sekitar 2 ribuan yang diterima dari total seluruh peserta yang mendaftar Seleksi Mandiri Mahasiswa Unimed,” ucap Syawal kepada wartawan, usai melakukan peninjau pelaksanaan ujian di Kampus Unimed.

Syawal mengatakan, banyak peserta yang mendaftar di Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Unimed. Prodi ini pun, menjadi favorit bagi peserta Seleksi Mandiri Mahasiswa Unimed.

“Banyak peminat PGSD, karena anak-anak di Sumatera Utara ternyata dan katakan lah, di Indonesia ingin menjadi guru. Kita bersyukur banyak anak-anak pintar ingin memilih menjadi guru,” ucap Syawal.

Ia menilai, PGSD menjadi seleksi dengan persaingan ketat antar peserta untuk dapat melanjutkan pendidikan di PGSD di Unimed. “Untuk persaingannya‎ sama PGSD, Bahasa Inggris, Manajemen, Akuntansi, Komputer, Biologi, dan Mati-matika menjadi saingan pertama banyak direbutkan di Unimed ini,” jelas Syawal.

Syawal mengakui, ada penurunan jumlah peserta Seleksi Mandiri Mahasiswa Unimed dari tahun sebelumnya. Ia memperkirakan penurunan disebabkan faktor ekonomi masyarakat ikut menurun, sehingga tidak mampu mengikuti pendidikan melalui jalur mandiri tersebut.

“Menurun sedikit ya, tidak menurun signifikan. Mungkin pengaruh faktor ekonomi dengan rasional tidak muda masuk ke peguruan tinggi, kalau minim ya ngampai ikut. Masalah ekonomi ya saya kira itu,” ucap Syawal.

Syawal mengatakan, jumlah mengikuti jalur mandiri jauh lebih rendah dari peserta mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleski Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun ini.

“Ya, 60 ribu yang ikut, yang diambil cuma 2 ribu dan 3 ribu saja diterima,” tandas Syawal.‎ (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *