Ini Solusi Pendapatan Alternatif Untuk Petani Swadaya dari Asian Agri di Masa Replanting

SIAK (bareskrim.com) | Petani Swadaya yang gabung dalam Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera (AJMS), adalah salah satu petani sawit binaan Asian Agri yang kini memasuki masa replanting (peremajaan) kebun. Ada sekitar 157 hektar dari 79 Kepala Keluarga yang siap melakukan penumbangan pohon kelapa sawit.

Selama masa replanting tersebut, petani swadaya dipastikan kehilangan mata pencaharian sembari menunggu kelapa sawitnya kembali berbuah.

Untuk itu sebagai kepedulian perusahaan perkebunan kelapa sawit kepada petani swadaya binaannya, Asian Agri memfasilitasi kegiatan pengembangan pendapatan alternatif. Kegiatan itu yang berlangsung pada 28-29 Juli 2018 tersebut menyasar pada pola kemitraan dan pengembangan pendapatan alternatif secara terpadu baik dari segi perikanan, pertanian (tanaman sayuran) dan peternakan.

“Dalam masa replanting, tentu saja ada potensi petani akan kehilangan sumber pendapatannya, oleh karena itu kita melakukan berbagai kegiatan alternatif untuk mendapatkan income pengganti. Salah satunya adalah dengan melakukan Pelatihan Budidaya Lele Sistem Bioflok seperti yang kita lakukan pada hari ini. Harapan saya dengan berbagai pelatihan yang kita lakukan maka petani tidak perlu takut lagi untuk menghadapi replanting kebun sawitnya,” kata Head Kemitraan Asian Agri, Pengarapen Gurusinga pada acara pelatihan Budidaya Lele Sistem Bioflok untuk petani Koperasi AJMS padad 28 Juli 2018.

“Peran Asian Agri sendiri dalam pelatihan tersebut sebagai pendamping petani hingga akhirnya ikan lele panen dan siap untuk dipasarkan. Jadi, income petani sawit selama masa replanting dapat tertutupi dengan budidaya lele tersebut,” ujarnya.

Asian Agri yang memfasilitasi pelatihan budidaya perikanan tersebut menurunkan tenaga ahli dari Komunitas Bang Lele berasal dari Perum Pandau Permai, Jalan Alpukat 1 Nomor 9 Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, yang diharapkan dapat mengedukasi para petani-petani, Kepala Desa Perlabian, Kepala Desa Persiapan Lohsari dan Pengurus Koperasi AJMS.

Trainer Komunitas Bang Lele, Barkah Tri Basuki mengatakan, pihaknya membina dan mendampingi petani dalam teknis budidaya lele. “Komunitas Bang Lela juga akan menampung hasil panen lele dari anggota serta memasarkan produksi lele tersebut,” ujarnya.

Budidaya lele bernilai ekonomis. Jika diseriusi keuntungan petani minimal pendapatan bersih petani per kolam diameter 2 meter adalah 900 ribu per kolam dalam 2 bulan dengan modal Rp 3.780.000 per kolam dalam 2 bulan. “Atau keuntungannya adalah 12 % per bulan,” bebernya.

Kepala Desa Perlabian, Irhamsyah Lubis sangat mendukung program ini dan mensinergikan dengan program yang sudah berjalan selama ini di desa. “Seperti saat ini desa telah menyediakan bibit sayuran untuk warga dan diharapkan limbah cair lele bioflok ini dapat membantu pupuk tanaman sayuran,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi AJMS, Akmad Rizaldi Syah mengucapkan terimakasih petani kepada Asian Agri serta pemerintah desa yang berkomitmen mensejahterakan petani sawit di masa replanting.

“Saat ini, petani-petani yang tergabung dalam Koperasi AJMS sedang memasuki tahap peremajaan sawit. Secara perdana telah dilakukan penumbangan pohon sawit yang sudah tua dan tidak berproduksi lagi. Kita berharap, pelatihan ini dapat menjadi alternatif income bagi petani,” harapnya.

Hendra Jaminsyah, Koordinator petani swadaya Asian Agri menyatakan bahwa selain pelatihan budidaya lele secara bioflok, para petani juga dibawa berkunjung ke sentra produsen domba di Kabupaten Siak dan ditutup dengan berkunjung ke lokasi petani plasma binaan Asian Agri yang sudah terlebih dahulu melakukan replanting.

“Kita mencoba membuka wawasan para petani mitra untuk melihat dan mengambil kesempatan berbagai peluang alternatif income yang dapat dilakukan para petani di masa replanting. Oleh karena itu, selain mendapatkan pelatihan budidaya lele secara bioflok, kita juga membawa petani mitra kita berkunjung ke sentra produsen domba di Kabupaten Siak, tepatnya ke kandang domba milik H Supatno,” ujarnya.

Disini, para petani mitra mendapatkan wawasan terkait teknik budidaya domba serta antisipasi penyakit dan pemasaran domba ternak tersebut. Dengan demikian para petani yang tertarik berternak domba diharapkan dapat menangkap peluang alternative income dari beternak domba.

Sebagai penutup rangkaian study banding yang dilakukan Asian Agri kepada petani mitranya, maka seluruh peserta di ajak berkunjung ke lokasi petani plasma mitra Asian Agri yang sudah terlebih dahulu melakukan replanting sawit.

Seluruh peserta tampak antusias melihat kebun replanting plasma tersebut, dikarenakan kondisi kebun yang baru di replanting pada April 2016 sangat baik dan diperkirakan sudah dapat dilakukan pemanenan pada usia tanam 30 bulan yakni bulan November mendatang.

H Tawarsyah Lubis, salah seorang petani swadaya mitra Asian Agri sangat tertarik melihat komitmen Asian Agri dalam pembinaan petani.

“Saya sangat tertarik melihat komitmen Asian Agri dalam melakukan pembinaan kepada petani. Karena bertemu Asian Agri kami berhasil mendapatkan dana BPDPKS. Bahkan saya telah mengajak saudara-saudara saya yang lain agar ikut program peremajaan ini,” ujarnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *