Dua Warga Aceh Ini Ngaku Dapat Fee Rp 250 Ribu/Kg Jual Ganja

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut menangkap petani dan pelajar sewaktu hendak menjual 100 Kg ganja dalam penyergapan di Jalan Medan-Binjai Km 12,8, persis dekat SPBU Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, (3/8/2018).

Tersangka S alias Din (28) petani warga Dusun Ketibung Desa Bunin Kecamatan Lokop Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur dan AR (20) pelajar warga Dusun Ramung Desa Rampah Kecamatan Lokop Serba Jadi Kabupaten Aceh Timur.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Fadris dikonfirmasi, Minggu (5/8/2018), membenarkan penangkapan terhadap dua penjual narkoba jenis ganja. “Kedua warga Aceh ini ditangkap, setelah polisi melakukan under cover buy,” kata Fadris.

Dijelaskan, sebelumnya personel mendapat informasi ada warga Aceh yang mau menjual ganja dalam partai (jumlah) besar. “Polisi kemudian melakukan penyamaran sebagai pembeli dan mengajak transaksi di kawasan Sunggal,” ujar Fadris.

Penjual kemudian menawarkan 100 Kg ganja dengan harga Rp 2,5 juta/Kg. Setelah harga disepakati, polisi yang menyaru sebagai pembeli sepakat melakukan transaksi di Jalan Medan-Binjai Km 12,8 Sunggal, Deliserdang.

“Sekira pukul 01.00 WIB, kedua tersangka dengan menaiki mobil datang ke lokasi yang disepakati. Begitu tersangka menunjukkan barang bukti ganja langsung kita tangkap,” jelas Fadris.

Dari kedua tersangka diamankan barang bukti 4 bal besar daun ganja kering seberat lebih kurang 100 Kg, mobil Daihatsu Xenia nomor polisi BL 1359 D/BK 1359 ID (palsu) dan handphone.

Tersangka dan barang bukti kemudian diboyong ke Ditresnarkoba Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus. Kepada penyidik, kedua tersangka mengaku akan mendapat keuntungan Rp 250 ribu/Kg kalau ganja itu terjual.

“Per kilo tersangka dapat fee 250 ribu rupiah dari pemilik ganja A. Karena desakan ekonomi kedua tersangka ini mau mengantarkan ganja ke Medan,” sebut Fadris.

Saat ini lanjutnya, Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan pengembangan terhadap A dan jaringannya yang memberikan narkotika jenis ganja kepada tersangka. “A masih kita buron,” pungkas Fadris. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *