Kasus ‘Jeruk Makan Jeruk’ Terjadi di Polrestabes Medan | Barbutnya 20 Juta

MEDAN (bareskrim.com) | Kasus ‘jeruk makan jeruk’ mencoreng citra Polrestabes Medan. Polisi sama polisi saling tangkap dalam suatu kasus pelanggaran hukum.

Dikabarkan petugas Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menangkap tangan 2 oknum penyidik (juper) Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan, (3/8/2018).

Oknum Polri tersebut, yakni Aiptu MS dan Brigadir ASM yang diamankan dari ruangan Idik 5 Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan Jalan HM Said No 1 Medan dan kini telah diserahkan Plt Sekretaris Kemenko Polhukam RI , Kombes Yusran Cahyo ke Unit 3 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut beserta barang buktinya.

Informasi yang dihimpun wartawan, (4/8/2018), terungkapnya praktik pungli (pungutan liar) yang dilakukan oknum Polri Polrestabes Medan berawal dari adanya laporan tentang pungutan liar yang diterima Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam bahwa UD Forsindo Jaya Equipment yang beralamat Jalan Aksara No 73 B Medan kerap dipungli oleh personel Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Untuk membuktikan praktik pungli tersebut, seorang petugas Kemenko Polhukam menyamar sebagai Humas UD Forsindo Jaya Equipment dan petugas menemui Brigadir ASM untuk menanyakan berapa biaya bulanan yang dibayarkan UD Forsindo Jaya Equipment.

Namun Brigadir ASM tidak mengetahui jumlah uangnya dan menyarankan petugas untuk bertanya langsung kepada Deni yang juga personel unit ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Tidak ingin membuang waktu dan merasa percakapan keduanya sudah merupakan bukti yang kuat, lantas petugas saber pungli langsung mengeluarkan surat perintah tugas yang membuktikan dirinya merupakan Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli.

Petugas kemudian meminta Brigadir ASM untuk mengeluarkan uang yang telah diserahkan Marketing UD Forsindo Jaya Equipment sebagai uang pengeluaran 3 unit jenis barang berupa 1 unit Mixer merk Getra, 1 unit mesin kopi merk Getra dan 1 unit box pendingin dan pemanas merk Getra yang diduga tidak ber-SNI dan berbahasa Indonesia.

Tidak dapat mengelak lagi, akhirnya Brigadir ASM mengakui perbuatannya dan mengeluarkan plastik yang didalamnya berisi uang tunai yang diterima dari Zulfirman Ghozali sebesar Rp 20 juta dengan rincian 190 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 20 lembar uang pecahan Rp 50 ribu.

Selanjutnya, Brigadir ASM dan barang bukti diamankan oleh petugas Satgas Saber Pungli guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruangan Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dalam praktik pungli ini, oknum Polri yang tinggal di Jalan Kawat II No 107 Lingkungan XV Kelurahan Tanjungmulia Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan akan dijerat dengan pasal 12 huruf (e) atau pasal 11 UU RI No.20 Thn 2001 tentang perubahan pasal UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana

Adapun barang bukti yang diamankan dari oknum Polri tersebut yakni 1 eksampler Dokumen laporan Polisi No. LP / 73 / VIII / 2018 / Restabes Medan / reskrim tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani, 1 surat tanda penerimaan barang atas nama Zulfirman Gohzali tanggal 2 Agustus 2018, 1 lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangani, 1 lembar surat perintah Penyelidikan yang belum ditandatangani, 1 eksamplar surat berita acara interogasi an.

Zulfirman Gohzali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu Brigadir Deni M Sukmana SE, 2 lembar surat mohon penjelasan dan keterangan yang belum ditandatangani, 1unit handphone Samsung Galaxy S5 warna hitam dan uang tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu-abu dengan rincian pecahan Rp 100 ribu sebanyak 190 lembar dan uang tunai pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar dengan total keseluruhan sebanyak Rp 20 juta rupiah. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *