Kasus OTT ‘Serang’ Dinas Pertanian Palas

MEDAN (bareskrim.com) | Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumut, Subdit III Tipidkor terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Padang Lawas beserta anggotanya pada (9/8/2018), di Jalan Hasahatan Julu Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Pihak Polda Sumut melakukan gelar perkara secara internal dan memeriksa
sejumlah saksi dari lokasi, bahkan kelompok tani tak luput dari pemeriksaan penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Hasil gelar yang dilakukan oleh tim yang dipimpin AKBP Doni Satria Sembiring,
SIK selaku Kasubdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut, disebut-sebut telah menetapkan beberapa orang sebagai terduga tersangka. Namun belum tahu, siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini masih dilakukan gelar perkara, belum dapat hasilnya, gelar belum
selesai,” ujar AKBP Doni Satria Sembiring, SIK saat dikonfirmasi awak media, di Mapolda Sumut, Jumat (10/8/2018).

Sedangkan salah satu Kanit yang menangani perkara ini ketika ditanya
mengaku bahwa ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai terduga
tersangka. “Sudah selesai hasil gelarnya, ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai terduga tersangka,” terangnya.

Saat ditanya lagi siapa saja yang menjadi terduga tersangka dalam perkara ini, perwira ini enggan untuk membeberkannya. “Nanti biar pimpinan saya saja yang menyampaikan siapa saja yang sudah ditetapkan sebagai terduga tersangka,” katanya.

Informasi yang diterima sebelumnya, petugas Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu berhasil membongkar praktik dugaan korupsi di Kabupaten Padang Lawas. Dalam operasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian, AN beserta anggotanya diboyong ke Mapoldasu. Selain itu, Polda Sumut juga mengamankan uang senilai Rp 1,8 M untuk dijadikan barang bukti.

Informasi yang dihimpun awak media, selain Kadis, tiga anggotanya dan
kelompok tani yang diamankan yakni MHH sebagai Kabid tanaman pangan dan hortikultura, JPS (Dinas Pertanian Kasi Produksi), AR (staf), IMR, ANH dan
DS.

Para terduga tersangka disangkakan dalam dugaan tindak pidana korupsi
pemotongan dana bantuan terhadap kelompok tani terkait kegiatan fasilitas
penerapan budaya padi dan palawija Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas Tahun Anggaran 2018.

Modus operandi yang dilakukan para terduga tersangka yakni setelah uang
diterima di rekening tabungan kelompok tani, para kelompok tani diarahkan
menemui JPS (Dinas Pertanian Kasi Produksi) dan memberikan uang dengan alasan untuk pembelian bibit serta pupuk, namun tidak ada aturan yang mengatur tentang pembelian pupuk.

Ironisnya, yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian juga tidak ada
persetujuan antara kelompok tani dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas, bahwa yang melakukan pembelian bibit dan pupuk adalah pihak Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas.

Dalam kasus OTT tersebut barang bukti yang berhasil diamankan uang tunai berjumlah Rp 1 miliar, buku rekening, laptop, hardisk, 2 handphone Oppo dan Samsung. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *