Pangkat Agus Andrianto Naik Jadi Irnspektur Jenderal Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Kapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) sejak Rabu (5/9/2018). Kenaikan pangkat itu tertuang dalam surat Telegram Kapolri Nomor: STR 634/IX/HUM.1.1./2018 tertanggal 5 September 2018.

Menanggapi kenaikan pangkat itu, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kota Medan dan Sumut. Dia menganggap kenaikan pangkat itu diperoleh berkat doa diberikan masyarakat, sehingga dipercaya pemimpin Polri untuk mengemban jabatan Kapolda Sumut.

Dia berharap kepada seluruh masyarakat baik kota Medan maupun Sumut untuk terus memberinya support agar bisa menjadi yang terbaik bagi institusi dan masyarakat.

“Mulai saya dari letnan dua sampai sekarang, itu berkat warga kota Medan yang terus mensupport saya. Berarti, saya dididik sama orang Medan,” ujarnya melalui telepon selular, Kamis (6/9/2018).

Mantan Waka Polda Sumut tersebut tetap berharap dukungan dari semua pihak, terutama seluruh lapisan masyarakat.

“Karena hanya dukungan dari masyarakat saya bisa mengerjakan tugas saya sebagai Kapolda Sumut dengan baik. Tanpa masyarakat, saya khususnya Polda Sumut dan jajarannya tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya.

Irjen Pol Drs Agus Andrianto menyatakan rela mewakafkan jabatannya sebagai Kapolda Sumut untuk membantu Pemko Medan dan Pemprov Sumut menegakan peraturan.

“Kita sangat ingin berbuat demi kemajuan Kota Medan agar kota ini tidak semrawut lagi. Mulai dari letnan dua sampai Wakapolda, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Maka dari itu, karena saya menjabat sebagai Kapolda Sumut, berarti pimpinan Polri dan masyarakat sudah percaya dengan saya untuk menjadikan kota Medan dan Sumut menjadi lebih bagus lagi. Saya berharap masyarakat dan semua pihak mendukung pergerakan saya untuk menjadikan Kota Medan, khususnya Sumut menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, akan membongkar sedikitnya 15 pos polisi yang berdiri di atas trotoar karena sudah melanggar fungsi trotoar yang seharusnya diperuntukan bagi pejalan kaki.

“Kalau kita mau melakukan penindakan dengan benar, harus kita mulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *