LAPK: Warga Sumut Harapkan Janji Politik Eddy – Musa Direalisasikan

MEDAN (bareskrim.com) | Pasca dilantiknya Edy Rahmayadi dan Musa Rajeck Shah sebagai Gubernur dan WakilWaSumatera Gubernur Sumatera Utara (Sumut) yang baru, diharapkan dapat merealisasikan janji kampanye Pilkada kemarin.

Janji politik yang ditagih yakni penataan birokrasi yang dianggap biang masalah buruknya pelayanan publik yang selama ini. “Pelayanan publik dianggap masuk dalam zona kuning karena belum ramah bagi masyarakat. Reformasi birokrasi menyeluruh harus dilakukan khususnya pembinaan SDM yang dinilai menjadi biang masalah pelayanan publik, tentu tidak kalah penting banyaknya atap, pintu dan meja pelayanan publik dapat disederhanakan prakteknya di lapangan,” komentar Sekretatis Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S Siregar dalam pesan elektroniknya, Sabtu (8/9/2018).

Menurutnya, Gubernur Eddy harus mampu membuka akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam membuat kebijakan menyangkut hajat orang banyak yang sangat tertutup selama ini.

“Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek kebijakan pro-rakyat bukan objek yang hanya dijadikan komoditas politik pada momen pilkada,” ucapnya.

Selanjutnya, logika kedudukan Gubernur selama ini harus dibalik, pimpinan harus jadi perpanjangan tangan warga Sumut terhadap pemerintah pusat bukan tukang pos yang hanya meneruskan kebijakan pemerintah pusat.

Pemadaman listrik yang akut di Sumut tidak boleh luput dari perhatian Gubsu dan harus hadir mendorong kebijakan energi di Sumatera Utara lebih baik. Pemadaman listrik yang berkepanjangan selama 15 tahun belakangan tidak mendapat perhatian serius dari Gubernur periode sebelumnya harus teratasi pada periode ini.

“Gubsu sebelumnya dinilai hanya ‘tunggu bol’, maka Gubsu baru harus ‘jemput bola’ terhadap kebijakan nasional. Harapan ini bukan hanya isapan jempol semata, karena di provinsi lain yang secara peringkat di atas Sumut mampu lebih maju ketika Gubernur lebih aktif mendorong pemerintah pusat mengucurkan anggaran,” katanya.

Gubernur Eddy bersama Wakilnya Musa Rajeck Shah harus belajar banyak dari Gubernur Sumsel yang berhasil mendorong percepatan pembangunan melampaui Sumut, sehingga menjadi pilihan utama setelah Jakarta sebagai tuan rumah event Internasional.

“Sumsel sudah jauh meninggalkan Sumut dalam pembangunan akses infrastruktur dari berbagai bidang harus mampu dikejar Gubsu baru dengan yang berbeda,” cetusnya.

Tentu tidak salah harapan besar dibebankan pada Gubsu baru karena Sumut sebagai provinsi terbesar di luar Jawa dan lalu lintas Internasional harus cepat berbenah. Serta tidak boleh melakukan evaluasi apalagi pesimis, karena Gubernur Sumut baru dilantik hitungan jam.

“Selamat bekerja Gubernur baru untuk Sumut lebih baik,” doa Padian. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *