AWDI: Diduga Pengalihan Pengelolaan Cool Storage Desa Raja Tanpa Proses Lelang

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) memperoleh infomasi adanya dugaan penyimpangan yang bersumber dari APBN untuk pembagunan Cool Storage di Desa Raja Kecamatan Bendaraha Kabupaten Aceh Tamiang dibagun pada tahun 2016.

Informasi tersebut ditelusuri pengurus AWDI untuk mengungkapkan kebenaran kabar aset negara yang telah diserahkan ke pemerintah daerah yang kini dikelola oleh Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan.

Kabar yang diperoleh dari Ketua Panitia Lelang Dinas Pangan, Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, Suriadi SPi saat dikonfirmasi via telepon seluler (085277xxxxx) oleh awak media yang merupakan salah satu anggota AWDI DPC Aceh Tamiang, menjelaskan perihal pemanfaatan Cool Storage bahwa benar pengelolanya dilelangkan dan dimenangkan oleh koperasi permata selama satu tahun.

Berdasarkan informasi yang didapat ini, AWDI DPC Aceh Tamiang membentuk tim untuk melakukan investigasi guna mencari kebenaran dari informasi tersebut.

Menurut penjaga Cool Storage berinisial IA, pada (5/9/2018), kepada tim menyampaikan, bahwa Cool Storage sejak 8 bulan yang lalu sudah berpindah pengelolanya dari Koperasi Permata dengan Ketua Syahrial kepada pengelola yang baru bernama Arifin.

Sepengetahuannya, hal ini tidak melalui proses lelang dikarenakan ada kendala, tapi sebelumnya membuat surat permohonan ke Bupati. Berdasarkan surat permohonan tersebut, Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan dikabarkan telah dialihkan Arifin dengan syarat mau membayar segala tunggakan dari uang PAD sampai uang listrik yang tidak dibayarkan oleh Koperasi Permata.

Hal senada juga disampaikan oleh Arifin saat dikonfirmasi melalui telepon seluler (082370xx xxxx) menyampaikan, semua pembiayaan tunggakan, dirinya yang bayar. “Uang yang sudah saya keluarkan kurang lebih bernilai Rp 150 juta. Dari membayar PAD selama 2 tahun sebesar Rp 72 juta sampai tunggakan listrik Rp 25 juta dan penambahan daya voltase listrik sebesar Rp 12 juta, sisanya digunakan untuk merehab bangunan Cool Storage tersebut,” ucapnya dari seberang telpon.

Saat ditanya kenapa pengalihan pengelolaan Cool Storage dari Syahrial kepada dirinya tidak melalui proses lelang, Arifin meminta, agar hal itu ditanyakan langsung kepada Kepala Dinas Pangan, Kelautan Dan Perikanan.

Selanjutnya, tim melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Kelautan Ir Fuadi, (12/9/2018). Namun beliau tidak sempat dikonfirmasi dengan alasan ada rapat di kantor bupati, maka kadis memberi jadwal kepada tim jam 14.00 WIB.

Setelah menunggu di waktu yang ditentukan, tim tiba di Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan, namun sang Kadis malah pergi dengan alasan lelah menunggu. Tim diarahkan ke Sekretaris Yuarnita Indriani SPi, sementara yang bertanggungjawab atas Cool Storage adalah Kadis, yang terkesan menghindar konfirmasi awak media.

Saat konfirmasi dengan Sekretaris menyampaikan, terkait pengelola Cool Storage tersebut saat ini adalah Arifin yang ditunjuk berdasarkan kemampuannya.

Menurutnya, ketika Syahrial dari Koperasi Permata tidak mampu membayar pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 36 juta rupiah dan kontrak kerjanya diteruskan oleh Arifin.

Berdasarkan hal tersebut lah Arifin menjadi pengelola dan sebuah perjanjian juga ikut mengikat, ketika PAD dilunasinya, maka dirinya boleh mendapatkan kontrak selanjutnya. “Untuk kontrak kerja Februari 2018 sampai Februari 2019, PAD-nya telah dibayarkan oleh pengelola,” terang Yuarnita.

Ketika ditanya terkait mobil pick up untuk pengelolaan Cool Storage berada di rumah kadis, Sekretaris menjawab tidak mengetahui itu. “Tanyakan langsung sama Kadis, terkait mobil pick up,” sebutnya. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *