Bandar Judi Togel Bersenjata Api Diciduk Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Subdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap dan mengamankan 19 orang tersangka judi toto gelap (Togel) dan jackpot dari 12 laporan polisi pada priode Agustus dan September 2018 dari tempat berbeda, di Wilayah Sumatera Utara.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, satu di antara 19 tersangka yang ditangkap merupakan seorang bandar yang beromzet per harinya mencapai Rp 30 juta.

“Penangkapan ini dilakukan dalam penyergapan setelah mendapatkan informasi dari warga,” ungkap Andi Rian kepada awak media, Jumat (14/9/2018).

Andi Rian menyampaikan, ke 19 tersangka itu masing-masing berasal dari Medan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Simalungun, Pematangsiantar, Binjai, Batubara dan Kabupaten Langkat.

“Dari Medan 5 kasus, Tapsel 1 kasus, Simalungun 1 kasus, Pematangsiantar 2 kasus, Batubara 1 kasus dan Kabupaten Langkat 1 kasus,” ujarnya.

Penggerebekan ini, sebut Rian, dilakukan oleh personel Subdit III/VC Poldasu yang dipimpin Kompol Daniel Marunduri bersama Panit Aiptu Jujuran Sinulingga

“Saat ditangkap ke 19 tersangka tersebut diketahui 1 orang bandar, 10 orang penulis, 1 sebagai penjemput rekap, 2 orang kasir koin, dan 4 orang sebagai pemain,” ucap Rian.

Dari hasil interogasi lanjut Rian, salah seorang tersangka mengaku per harinya bisa mendapatkan omzet Rp 30 juta. Sedang dari para tersangka juga disita barang bukti 13 unit telepon seluler, 1 pucuk senjata api bersama 6 peluru, uang tunai sejumlah Rp3.220.000, 56 lembar rekapan catatan judi toto gelap, 6 mesin jackpot bersama 279 koinnya, 1 buah dompet, 3 buah kalkulator,1 buah buku tafsir mimpi, 1 buah buku berisi angka-angka judi togel, 31 blok notes dan 13 buah pulpen serta 1hekter.

“Satu pucuk senjata api tersebut milik seorang bandar judi jackpot dan saat ini tersangka telah kita titipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjunggusta Medan, sedang ke 15 tersangka kita jerat dengan pasal 303 ayat (1) ke 1e KUHPidana, khusus pemilik senjata api selain dijerat pasal 303 kita juga menjeratnya dengan pasal Undang-undang darurat,” tandasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *