BNN Gagalkan Peredaran Narkoba di Lapas Lubukpakam Digagalkan | Barbut Puluhan Kilogram

MEDAN (bareskrim.com) | Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil menggagalkan peredaran 36,5 kg sabu dan 3.000 butir pil ekstasi melalui operasi penangkapan dari empat lokasi terpisah di Sumut, sejak (16/9/2018) hingga (21/9/2018).

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari mengatakan, dalam penangkapan tersebut turut diamankan sebanyak 8 orang, dua di antaranya adalah sipir dan napi Lapas (lembaga pemasyarakatan) Lubukpakam.

“Benar, dalam operasi penangkapan dan penyitaan kasus narokoba di Sumut, berhasil diamankan sebanyak 36,5 kg sabu dan 3.000 butir ekstasi serta 8 orang tersangka,” terang Arman, kemarin.

Arman menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan di Lubukpakam, Tanjungmorawa, Medan Sunggal, dan Tanjungbalai. Adapun kedelapan tersangka, yakni Edu, Elisabeth, Dian, Edward, Husaini, Bayu, Maredi (sipir) dan Dekyan (napi).

“Selain narkotika sabu dan ekstasi, juga diamankan uang tunai hasil penjualan narkoba senilai Rp 681.635.500, kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, pasport, kendaraan roda 4 dan roda dua,” jelasnya.

Kata dia, penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh BNN menyebutkan, adanya pengiriman narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut untuk diedarkan di dalam lembaga pemasyarakatan (LP).

Setelah menerima informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan di LP Lubukpakam dan menangkap seorang kurir bernama Bayu yang mengantar contoh narkoba sabu ke LP tersebut untuk diiedarkan dan digunakan di dalam sel tahanan tersebut sebanyak 50 gram (0,5 kg).

“Yang menerima ialah seorang sipir bernama Maredi atas suruhan seorang napi bernama Dekyan. Keduanya ditangkap saat melakukan serah terima narkotika,” ujarnya.

Selanjutnya, BNN melakukan pengembangan di beberapa lokasi dan menangkap lima tersangka lainnya dengan barang bukti 36 kg sabu serta alat-alat pendukung tersangka melakukan kejahatannya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *