Ungkap Kasus Trafficking | Masyarakat Apresiasi Kinerja Kanit Reskrim Polsek Medan Kota

MEDAN (bareskrim.com) | Tokoh Masyarakat Sofyan Siahaan, mengapresiasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Deni Indrawan Lubis, yang berhasil menangkap sepasang mucikari yang menjual gadis belia kepada pria hidung belang.

Menurut warga Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Kota ini, walaupun baru beberapa hari bertugas di Polsek Medan Kota, Iptu Deni, mampu mengungkap kasus kejahatan perdagangan manusia (human trafficking) di bawah umur.

“Saya berharap kedepannya kinerja Iptu Deni mampu mengungkap kasus-kasus kejahatan besar lainnya, sehingga wilayah hukum Polsek Medan Kota bebas dari aksi kriminal,” katanya, Kamis (27/9/2018).

Hal senada juga disampaikan Toko Pemuda dari Ketua Satgas Inti IPK Sumut, Naro Panggabean. Ditegaskan, pihaknya siap mendukung kinerja Kanit Polsek Medan Kota.

“Keberhasilan Kanit Reskrim ini kita apresiasi, apalagi kasus human trafficking sebenarnya kasus kejahatan kerah putih. Ini harus gencar polisi untuk mengungkapnya, demi menyelamatkan generasi muda sebagai masa depan bangsa. Sebab pada umumnya korban anak di bawah umur. Menurut saya tromatik bagi korbanpun harus diobati,” tegasnya.

Ditambahkan Naro Panggabean, Satgas Inti Mahasakti Karya IPK Sumut, siap bekerjasama atau partner dengan Polsek Medan Kota, untuk mengungkap kasus kriminal atau kejahatan-kejahatan lainnya.

Diketahui, Tim Pegasus Polsek Medan Kota mengamankan dua tersangka pelaku penjualan manusia berinisial MAD warga Jalan Selam, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai dan NY, warga Jalan Pembangunan III, Karakatau Medan di Hotel Danau Toba.

Dua pelaku yang berstatus pelajar ditangkap saat tim Pegasus Polsek Medan Kota mendapatkan informasi bahwa adanya tindak penjualan manusia (trafficking) yang dilakukan keduanya terhadap seorang perempuan di bawah umur yang berstatus pelajar.

Mendapatkan informasi tersebut, personil Polsek Medan Kota melakukan penyelidikan dan penyamaran. Kemudian, petugas berpura-pura memesan kepada tersangka NY melalui telepon selular senilai Rp12.000.000.-

Setelah melakukan negosiasi, kemudian petugas memesan kamar hotel untuk memancing tersangka. Selang beberapa lama, tersangka bersama korban tiba di lokasi hotel.

Petugas yang melihat kehadiran tersangka bersama korban langsung mengamankan tersangka dan korban.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Deni Indrawan Lubis, mengatakan untuk pembagian fee hasil penjualan gadis belia ke pria hidung belang dibagi rata.

“Pembagian itu sudah dipisah untuk si korban yang melayani pria hidung belang,” terangnya.

Atas perbuatannya, sepasang mucikari ini disangkakan Pasal 2 dan Pasal 10 UU No 21 tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan orang subsider Pasal 83 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *