Modus Bersihkan Parit | Pelaku Perampokan Ditembak Petugas Satreskrim Polrestabes Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan pelaku pencurian dengan modus berpura-pura sebagai pembersih parit (selokan)

Pelaku adalah Jan Parlindungan Hutagaol alias Ucok (38) warga Jalan Pintu Air, Medan Kota dan Ramadhan Nasution alias Dani (41) warga Jalan Tanggok Bongkar VI / Jalan Pinguin Raya III, Perumnas Mandala, Medan Denai.

Dalam paparannya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto menerangkan, aksi pencurian itu berawal saat pelaku masuk ke dalam rumah Kalvin Sianturi (74) warga Jalan Selam V, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Medan pada Jumat 20 April 2018 lalu.

Saat berada di dalam rumah, pelaku dipergoki korban, hingga membuat pelaku panik dan melakukan penganiayaan terhadap korban. “Pelaku mencekik leher korban sambil memukul wajah, tangan dan kepala korban yang ditutupi goni plastik dan dimasukkan ke kamar,” kata Kapolrestabes Medan yang didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, bersama Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung dan Panit VC Iptu H Manullang, Jumat (5/10/2018).

Akibat kejadian itu, korban mengalami memar mata kanan dan mata kiri bengkak, dagu bengkak. “Disitu, pelaku mengambil sepeda motor Honda Supra BK 4288 CV, 2 buah cincin emas, uang Rp 700 ribu, dan 1 unit HP,” ujarnya.

Kejadian itu dilaporkan korban ke polisi dan petugas langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. “Saat ditangkap Jan Parlindungan melakukan perlawanan dan berusaha menyerang petugas. Petugas akhirnya memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku,” ungkapnya.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian bersama temannya, Ramadan Nasution. Mendapat pengakuan tersebut kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku Ramadan di kediamannya.

“Jadi modus pelaku berpura-pura membersihkan parit (selokan) menggunakan angkong. Melihat rumah korbannya sepi pelaku melakukan pencurian,” ujarnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku telah menjual sepeda motor hasil curiannya ke seseorang laki-laki bernama Bono (DPO) di Lubuk Pakam, seharga Rp 700 Ribu. Sementara emas hasil curian dijual ke seseorang di Pasar Sukaramai, Medan seharga Rp 1,5 juta.

“Pelaku kita jerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke 1e KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *