Oknum Polisi Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Diringkus

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Unit III Ranmor Subdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu meringkus sindikat pelaku penculikan disertai penganiayaan terhadap tiga orang. Seorang diantara pelaku merupakan oknum Polri.

Para tersangka yang diamankan, M Nasir (53), warga Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Parlaungan Simarmata (38), warga Jalan Pintu Air VI Gang Mesjid Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Parulian Manullang alias Bangun (42), warga Jalan Pasar VII Kelurahan Beringin Medan Selayang, Riko Manullang (33), warga Jalan Jaya Tani Gang Anggrek Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor.

Kemudian, Tua Pandapotan Panggabean (34), warga Jalan Luku I Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor, Budi Hartono (46), warga Jalan Luku II Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor dan Dedi Harianto Marbun, warga Jalan Madura Binjai Utara Kota Binjai.

“Kita berhasil mengungkap kasus penculikan. Korbannya ada tiga orang,” kata Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Andi Rian didampingi Wadir, AKBP Andri Setiawan dan Kanit Ranmor, Kompol Anjas Asmara Siregar kepada awak media, Senin (5/11/2018).

Andi memaparkan, awalnya para korban Masri (36), Sakruddin (51) dan Nzulafri menumpangi mobil dari Hotel Grand Inna menuju Jalan Ringgroad Medan. Ketika di Jalan Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepeda motor dan mobil menyetop kendaraan para korban.

“Seorang pelaku menyuruh korban menjumpai pelaku Nasir di Hotel Polonia. Di hotel ini, para pelaku dianiaya oleh pelaku Nasir yang merupakan otak pelaku penculikan,” kata dia.

Lantaran situasi mulai ribut, para pelaku membawa korban ke Hotel Kristal di kawasan Padangbulan.

“Kemudian pindah hotel, di hotel ini para korban dipisah lalu korban Masri dianiaya lagi, bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan,” ucap dia.

Tidak sampai di situ, setelah dianiaya para korban dibawa ke daerah Jalan Sisingamangaraja. “Nah saat itu, ada beberapa saksi yang melapor ke Poldasu, dalam laporannya ada penculikan,” jawab dia.

Setelah mendapat laporan itu, polisi langasung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan.

“Para pelaku langsung teridentifikasi dan kita lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Menurut Andi, modus penculikan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah investasi bet coin.

“Tersangka sudah banyak investasi uang hampir Rp900 juta. Jadi otak pelaku Nasir berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan,” sebutnya.

Kata Andi, dari pelaku yang diamankan seorang diantaranya oknum polisi bernama Parlaungan Simarmata.

“Jadi awalnya Nasir menghubungi Budi Hartono. Kemudian Budi Hartono mencari para pelaku lain untuk melakukan aksi. Oknum ini perannya menggiring para korban,” jelas dia.

Selain pelaku, petugas menyita barang bukti 2 unit mobil, 3 unit kaca mata dan handphone.

“Pasal yang dikenakan 333 ayat 1 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP jo 55,” sebut dia. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *