Gegara Pelarangan Pukat Hela Ancam Ikon Teri Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tetap akan menindak tegas dan menangkap para nelayan yang tetap nekad menggunakan Pukat Hela. Sebab, Pukat Hela tersebut dilarang pemerintah seusia Permen KKP No 71 tahun 2016.

Penegasan itu disampaikan Kasi Penindakan Polairut Polda Sumut, Jenda K Sitepu disela-sela rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sumut dengan kalangan masyarakat nelayan Teri bersama pihak Kepolisian, Lantamal Belawan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (4/12/2018). Rapat dipimpin Ketua Komisi A DPRD Sumut, HM Nezar Djoely didampingi anggota Irwan Amin.

Jenda mengemukakan penegasan tersebut terkait protes sejumlah masyarakat nelayan pukat teri atau Hela yang memprotes penangkapan tersebut di kawasan Perairan Belawan.

“Tugas kami memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat. Jadi yang kami tegaskan bukan hanya nelayan teri saja yang ditindak, nelayan lain juga jika gunakan pukat yang dilarang akan kami tindak,” katanya.

Sebab, lanjut Jenda Sitepu, nelayan itu banyak yang harus kami amankan dan lindungi. “Kalau kami bertoleransi dan bila kami biarkan tidak dilakukan tugas kami untuk memelihara Kamtibmas dan penegakan hukum, maka kami akan menjadi pihak yang disalahkan,” ucapnya.

Sebab, Jenda menegaskan, sudah sangat jelas disebutkan dalam peraturan bahwa ada sejumlah alat tangkap yang dilarang, yakni pukat Hela. Makanya dia tegaskan akan tetap tegakkan hukum.

“Sebenarnya kami sudah bertoleransi, jika tidak ada keributan dan pertikaian di masyarakat. Namun, jika ada maka kami tegas menindak. Selama tidak ada permasalahan di lapangan masyarakat maka kami tidak akan berbuat apa-apa. Apalagi tidak ada yang bentrok. Tapi, jika ada bentrok maka kami akan turun,” katanya.

Sudah sangat jelas dan tegas disebutkan di peraturan bahwa pukat yang dilarang dan tidak diizinkan. Seperti pukat Hela, dari zona apapun dan cara apapun ini tidak akan diizinkan di Sumut.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli didampingi anggota Irwan Amin mengatakan, persoalan tersebut akan dibawa ke Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk dibahas bersama. Pemerintah harus hadir dalam persoalan yang melibatkan nasib nelayan tersebut.

Dikhawatirkan, jika tidak mendapat perhatian dari pemerintah, selain menimbulkan kemiskinan juga akan meningkatkan kriminalitas. “Kita harus cepat menyikapi apa yang menjadi permohonan para nelayan ini. Menteri Susi Pudjiastuti harus bertanggungjawab, jangan hanya di kawasan lain saja yang ada pengecualian. Permen KP ini tidak berkeadilan bagi masyarakat Sumut. Kalau memang aturan itu berlaku untuk semua, jangan ada pengecualian sama sekali, tapi ini ada pengecualian di daerah lain, sementara di Sumut tidak. Kita harus perjuangkan ini. Karena teri Medan sudah jadi ikon, jangan sampai punah,” katanya.

Ia juga menegaskan, penegak hukum untuk tidak melakukan penangkapan sementara sampai DPRD Sumut memperjuangkan aspirasi para nelayan tersebut ke kementerian. Pihaknya akan melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, pertengahan Desember.

“Kami akan surati Ketua DPRD Sumut agar kami bisa menemui menteri atau seminimal-minimalnya Dirjen. Permen ini bukan tidak bisa salah, hanya kitab suci yang tidak bisa dikoreksi,” jelasnya.

Perwakilan Forum Nelayan Teri, Arnol meminta DPRD Sumut membantu para nelayan menyampaikan aspirasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar nelayan di Sumut khususnya nelayan teri Medan diberikan dispensasi melaut. Akibat Permen KP tersebut, nelayan selama ini dilanda ketakutan saat akan melaut dan mengancam kesinambungan hidup keluarga mereka.

“Permen KP 7/2016 berdampak besar bagi kami nelayan, kami melaut ketakutan. Kami minta dispensasi seperti daerah lain, sebab teri Medan ini juga sudah mendunia,” ujarnya.

Kepala Bidang Penangkapan Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu, Ahmad Efendi mengatakan, nelayan teri menggunakan pukat hela yang dilarang dalam Permen KP tersebut. Menurutnya, setelah dipelajari, penggunaan pukat hela tersebut bisa diganti dengan pukat apung yang juga bisa menangkap ikan teri. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *