Mau Kabur! Pelaku Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Tapteng Diciduk di Bandara

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut menangkap AR, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada perjalanan dinas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Tengah (Tapteng).

AR ditangkap setelah pihak Polda Sumut menetapkannya dan empat orang temannya sebagai tersangka. “Satu orang tersangka (AR) sudah kita (kepolisian) amankan (tangkap) dari bandara di Sumbar, tiga sebelumnya sudah dilakukan penahanan. Jadi tinggal satu lagi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda sumut, Kombes Rony Samtana SIK ketika dikonfirmasi awak media, di Mapolda Sumut pada Rabu (5/12/2018).

Sampai saat ini, pihak Polda Sumut masih melakukan pencarian terhadap satu tersangka lagi. Namun polisi belum mau terbuka apa status dari satu orang tersangka yang belum ditangkap.

“Satu lagi masih terus dilakukan pencarian dan pengejaran, kalau statusnya sudah jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atau tidak, coba langsung tanya Kasubditnya,” ucap Rony.

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara, melalui Subdit III/Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) melakukan penahahan terhadap tiga anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hal itu dilakukan penyidik setelah melakukan pemeriksaan pada (30/11/2018).

“Tiga anggota DPRD Tapteng sudah dilakukan penahanan, setelah dilakukan pemeriksaan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana, SIK ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon selularnya pada (3/12/2018).

Lima anggota dewan berinisial AR, SG, HN, JS dan JLS disebut-sebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan biaya perjalanan dinas dalam agenda konsultasi, kunjungan kerja dan bimbingan teknis TA 2016- 2017 yang diduga merugikan keuangan Negara senilai Rp 655.924.350 dan dipersangkakan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Polda Sumut disebut menetapkan 5 anggota DPRD Tapteng sebagai tersangka setelah penyidik Tipidkor memeriksa beberapa orang saksi, baik dari PNS, Sekretariat dan pihak management dari sejumlah Hotel di Medan, Samosir, Tarutung, Jakarta dan Bandung termasuk yang di Manado.

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto SH ketika dikonfirmasi awak media sebelumnya mengatakan, bahwa pihak Polda Sumut masih menunggu hasil dari pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara.

“Apakah ada kerugian negara dalam perkara 5 anggota DPRD Kabupaten Tapteng yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masih menunggu hasil dari BPKP,” kata Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut mengaku, perbuatan yang dilakukan oleh 5 anggota DPRD Tapteng yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah perbuatan perorangan.

“Sprinjal (surat perintah perjalanan) dinas diberikan kepada perorangan bukan pertanggungjawaban kelompok, kecuali jika dia (pimpinan DPRD) ada mendapat bagian baru dia bisa kena,” terang Kapolda Sumut. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *