Komplek Grand Monaco Segera Miliki Fasilitas Masjid

MEDAN (bareskrim.com) | Ratusan umat Muslim Komplek Grand Monaco Jalan Eka Surya menyambut gembira peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Akbar di komplek p erumahan tersebut yang dilakukan, Sabtu (15/12/2018).

Peletakan batu pertama dilakukan Camat Deli Tua, Kurnia B Sinaga turut disaksikan Lurah Deli Tua Sueb, Babinsa, Bhabinkamtibmas, KUA dan perwakilan Developer Grand Monaco PT Sadewa Indonesia. Tidak hanya warga Muslim, seorang warga beragama nasrani, Surya Purba menunjukan sikap toleransi yang tinggi hadir dan turut mendoakan agar pembangunan Masjid dapat terealisasi.

“Alhamdulillah semoga pembangunan Masjid Al Akbar lancar dan warga Muslim di Komplek Grand Monaco dapat melaksanakan ibadah sholat dan juga kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya di Masjid. Bukan seperti tahun-tahun sebelumnya karena tidak memiliki fasilitas tempat ibadah warga harus sholat taraweh di Kolam Renang atau dijalan komplek dengan mendirikan tenda,” ujar Camat Deli Tua Kurnia B Sinaga usai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Akbar.

Kurnia B Sinaga pun mengapresiasi dukungan yang ditunjukan warga komplek Grand Monaco yang tidak hanya beragama muslim tapi juga warga non Muslim. “Kita bangga dengan sikap yang ditunjukan warga-warga Grand Monaco yang non muslim. Seperti pak Purba tadi, beliau hadir dalam rapat dan menyampaikan kritikan, saran, pertanyaan serta masukan yang intinya untuk kebaikan warga kita. Saya juga bangga beliau ikut meletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Akbar. Nilai-nilai luhur inilah yang harus tertanam didiri kita. Kekompakan, semangat persatuan dan kesatuan, toleransi antar umat beragama harus terus terpupuk,” ujar Sinaga.

Dengan adanya rapat warga Komplek Grand Monaco terkait pembangunanan Masjid yang digelar sebelum peletakan batu pertama pembangunan Masjid, Kurni B Sinaga pun berharap bahwa persoalan yang sempat timbul ditengah-tengaj masyarakat telah terselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi tujuan pembangunan rumah ibadah ini merupakan hal postif dan merupakan hak dasar warga negara yang dilindungi undang-undang.

“Kalaupun sebelumnya ada kealpaan dari berbagai pihak seperti halnya developer yang tidak menyediakan fasum tempat ibadah, panitia yang membuka akses tembok untuk pembangunan masjid dan juga keberatan sebahagian masyarakat yang dibuka temboknya seharusnya sudah clear. Sebagai pemerintah tentu saya harus hadir. Apalagi kita tahu saat ini khususnya tahun-tahun politik, kita sangat menjaga betul kemungkinan munculnya gesekan warga khususnya terkait persoalan SARA. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita,” ajak Camat Deli Tua.

Terkait keamanan, Panitia Pembangunan Masjid Farid Akmal menegaskan keberadaan Masjid Al Akbar tidak akan melonggarkan keamanan di dalam komplek. Selain membangun tembok baru yang lebih tinggi dan kokoh dari tembok yang dibangun Developer, panita juga menyakinkan sekitar Masjid akan dipasang CCTV. Masjid juga nantinya akan dilengkapi petugas Masjid (Marbot) yang juga bertugas menjaga keamanan di wilayah kerjanya.

“Pertama yang perlu diingat kalau Masjid ini menjadi Fasum Komplek Grand Monaco. Tentu kita juga sebagai warga didalam komplek tidak ingin kecolongan atau mengabaikan prihal keamanan itu. Saya ucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh warga termasuk warga non muslim yang memberikan dukungan dan doanya untuk pembangunan Masjid ini,” ujarnya.

Akmal pun berharap pembangunan Masjid Al Akbar selesai dibangun sebelum memasuki Ramadhan 2019 sehingga warga Komplek Grand Monaco dimudahkan dalam melaksanakan ibadah, seperti salat tarawih maupun Salat Idul Fitri nantinya.

“Insha Allah kalau selesai pembangunan tidaklah lagi kita menggunakan kolam renang atau jalanan komplek untuk salat tarawih atau salat hari raya. Kalau sudah ada masjid masyarakat lain juga lebih nyaman tidak terganggu karena jalananan dipakai atau kolam dipakai,” pungkasnya. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *