Perayaan Natal di DPRD Sumut Diwarnai Donor Darah

MEDAN (bareskrim.com) | Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya panitia perayaan natal Keluarga Besar DPRD Provinsi Sumut tahun ini dikemas dengan sejumlah kegiatan sosial diantaranya donor darah. Bertempat di Lobby Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol donor darah juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

Ketua Panitia Natal Keluarga Besar DPRD Sumut yang juga anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan kalau ide kegiatan donor darah telah dipikirkan sejak dirinya ditetapkan sebagai Ketua Panitia bagaimana merangkai kegiatan berbeda dari biasanya.

“Perayaaan Natal Tahun ini kita ingin merangkai kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya hanya kegiatan ibadah sejak Sabtu kemarin kita menggelar pemeriksaan dan perobatan gratis kepada 750 pemulung yang ada di Medan dan sekitarnya. Kegiatan ini dipusatkan di Tanjung gusta,” ujar Sutrisno Pangaribuan disela-sela kegiatan donor darah di Gedung Dewan, Selasa (18/12/2018).

Dan hari ini, lanjut Sutrisno, panitia natal Keluarga Besar DPRD Sumut menggelar kegiatan wakil rakyat perduli sesama dengan menggelar donor darah. Kegiatan yang dimulai Pukul 10.00 – 15.00 WIB, menargetkan terkumpul 100 kantong darah untuk di sumbangkan kepada PMI.

“Ini wujud keperdulian kita terhadap sesama. Wujud solidaritas memberikan sebahagian yang ada didalam diri kita yakni mendonorkan darah. Kita sangat berterimakasih kepada keluarga besar DPRD Sumut termasuk masyarakat luar yang bersedia hadir mendonorkan darahnya hari ini,” ujarnya.

Dikatakan Sutrisno Pangaribuan pada Rabu (19/12/2018), panitia natal akan mengunjungi salah satu Yayasan Tuna Netra di daerah Tanjung Morawa untuk menyerahkan paket sembako. Baru acara puncaknya pada Jumat (31/12/2018), keluarga besar DPRD Sumut menggelar ibadah Natal. Dalam kegiatan ini, panitia Natal Keluarga Besar DPRD Sumut mengintruksikan agar umat yang hadir mengenakan pakai adat.

“Semua yang hadir kita sarankan mengenakan pakai adat. Saya pribadi mengenakan pakaian adat mandailing. Ini merupakan wujud ajakan agar kita tetap mengedapankan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang besar dan sebagai doa agar Sumut senantiasa rukun dan damai dalam keberagaman,” pungkasnya. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *