SPBU 13.244.403 Akui Kesalahan Jual BBM Bersubsidi Pakai Jeriken

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Ditemukan SPBU secara terang-terangan menjual BBM Subsidi kepada Konsumen yang menggunakan jeriken. Penyelewengan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi ini sendiri diduga sudah seringkali terjadi di SPBU dengan skala besar.

Seperti yang tertangkap kamera wartawan Sabtu (12/1/2019), pukul 01.00 WIB dinihari, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dengan nomor register 13.244.403 yang berada di Jalan Lintas Kota Kualasimpang – Rantau, Kampung Laduh, Kabupaten Aceh Tamiang, tampak jelas, petugas SPBU mengisi satu persatu jeriken dengan kapasitas 35 liter secara terang-terangan, padahal pengisian menggunakan jerigen sudah ada larangan dari pemerintah.

Bahan bakar subsidi dari pemerintah jenis Premium ini sering kali tidak tepat sasaran akibat ulah dari oknum SPBU yang ingin mencari keuntungan lebih besar. Tak jarang banyak masyarakat yang kecewa karena tidak kebagian saat hendak mengisi premium di SPBU tersebut, sebab aktivitas malam hari di SPBU tersebut melayani konsumen yang memakai jeriken yang kemungkinan akan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Sementara itu, terkait penemuan di lapangan, Amin pihak pengelola SPBU ketika dikonfirmasi mengakui bahwa telah melakukan kesalahan, namun kalau kita dari segi kemanusiaan ini merupakan minyak premium subsidi, sebenarnya yang harus merasakan subsidi itu siapa?

Sementara yang ambil BBM subsidi ini masyarakat perdalaman, kebijakan pemerintah bagaimana yang bisa membantu masyarakat perdalaman.

Dalam setiap pembelian menggunakan jeriken pihak SPBU membatasi satu orang maksimal hanya boleh 4 jeriken, namun ketika pihak SPBU mempertanyakan ke para konsumen yang jeriken melebihi jumlah yang sudah ditentukan, pihak konsumen menjawab kalau mereka jauh dari kampung dan sebagian jeriken ini titipan dari tetangga.

Padahal, sudah jelas dalam Undang-undang Migas Peraturan Presiden No. 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 18 tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak.

Berdasarkan aturan tersebut, maka dengan ini ditegaskan kembali bahwa Lembaga Penyalur (SPBU) hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar untuk pengguna akhir. Sebagaimana diatur oleh Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 pihak SPBU dilarang keras untuk menjual Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar kepada jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.(wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *