Warga Pekan Labuhan dan Belawan Keluhkan Blanko e-KTP

MEDAN (bareskrim.com) | Masyarakat Lingkungan 22 dan 23 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan dan Belawan mengeluhkan kosongnya blanko e-KTP dan sulitnya pengurusan administrasi kependudukan dan infrastruktur jalan setapak yang tak pernah tersentuh pembangunan dan perawatan.

Hal ini terungkap saat Reses Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem HM Nezar Djoeli ST, Tahun Sidang V 2018-2019 Tanggal 15-22 Januari 2019 di Lingkungan 22-23 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Hadir dalam reses tersebut Kasi Trantib Kelurahan Pekan Labuhan, Yogi, tokoh masyarakat Abdul Rahim, Drs Nazmuddin dan Kepala Lingkungan 22 Ramlan.

Dani salah seorang warga Belawan mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya belum memiliki e-KTP dan masih menggunakan resi sebagai pengganti. Tidak hanya itu, Dani juga meminta agar dalam pengurusan administrasi kependudukan seperti e-KTP, KK dan akte kelahiran dipermudah.

“Ketika saya tanya di kecamatan dan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan bahwa, petugasnya mengatakan blanko kosong,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Susanti Ritonga warga Lingkungan 23 Pekan Labuhan mengungkapkan bahwa masyarakat di lingkungannya susah mendapatkan akte kelahiran gratis.

Sementara itu, Drs Nazmuddin warga lingkungan 19 yang juga tokoh masyarakat mengungkapkan, jalan setapak yang di lingkungannya kondisinya berlubang dan tidak pernah tersentuh pembangunan dan perawatan.

“Perlu pak Nezar ketahui, untuk masalah ini saya sudah menyampaikannya kepada P2KP, namun sampai saat ini tidak juga kunjung dikerjakan. Jika ditanya, jawabannya petugasnya nanti, dan tak ada laporan dari masyarakat. Padahal jalan setapak yang ada di lingkungan kami sangat vital. Untuk itu kami meminta kepada bapak Nezar agar mendesak Pemko Medan atau Pemprovsu untuk segera menyelesaikan permasalahan jalan ini,” ketusnya.

Nazmuddin juga meminta agar pemerintah memberikan bantuan terhadap orang tua lanjut usia (Lansia). Karena selama ini, Lansia di lingkungan ini tidak lagi mendapatkan bantuan.

Hal yang sama dikatakan Nurlam Warga Belawan Bahagia dan Abdul Rahim bahwa kawasan Kampung Kolam dan Lingkungan PJKA Belawan kondisi jalannya hancur dan banjir jika hujan turun.

Tidak hanya itu, Rahim juga meminta agar Anggota DPRD Sumut Nezar Djoeli meninjau jembatan sepanjang 50 meter dan lebar 4 meter yang ada di Belawan Bahagia yang tidak bisa lagi diseberangi oleh warga karena kondisinya yang memprihatinkan.

“Jembatan ini selalu digunakan warga untuk menyeberang dan ada 500 kepala keluarga yang tinggal di dekat jembatan tersebut. Untuk itu, kami mohon bapak Nezar agar meninjaunya Minggu ini juga. Agar bapak melihat langsung kondisi jembatan tersebut dan mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki,” cetusnya.

Menanggapi keluhan warga, Nezar Djoeli melihat sangat miris bahwa sampai saat ini masih ada warga Kota Medan sepanjang hidupnya yang belum memiliki e-KTP.

Untuk itu, dirinya akan mendesak Pemko Medan segera menyelesaikan permasalahan blanko e-KTP yang kosong agar masyakarat Medan bisa memiliki tanda pengenal yang bisa digunakan untuk mengurus administrasi lainnya termasuk pada Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang.

Nezar juga mengungkapkan, untuk pengurusan administrasi kependudukan, sebenarnya masyarakat tidak dikenakan biaya ataupun tarif. “Untuk pengurusan e-KTP, KK dan akte kelahiran sebenarnya tidak dikenakan biaya, hanya saja ada ulah oknum oknum tertentu yang mengenakan tarif dengan dalih agar pengurusan cepat selesai,” cetus Nezar.

Dia juga menegaskan bahwa jika alasan Pemko Medan tidak ada blanko, maka harus mengeluarkan resi dan Walikota Medan dalam hal ini Disdukcapil harus ‘menjemput bola’ ke Kementerian Dalam Negeri untuk mempertanyakan perihal sebenarnya.

“Saya heran, kenapa blanko e-KTP bisa kosong. Sementara di televisi kita lihat, banyak terbuang kartu tanda penduduk tersebut,” tandasnya.

Terkait jalan di Pekan Labuhan dan Belawan yang tak tersentuh pembangunan, Nezar menegaskan agar Pemko Medan untuk segera menyelesaikan permasalahannya ini.

“Jangan ada lagi jalan di Kota Medan ini yang tidak tersentuh pengaspalan. Saya juga akan mengupayakan agar jalan rusak yang ada di Pekan Labuhan dan Belawan ini bisa dimasukkan dalam bantuan keuangan provinsi (BKP),” pungkasnya seraya berjanji akan meninjau lanmgsung jembatan yang ada di Belawan pada Minggu ini. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *