Bawaslu hingga Jajaran Panwas Kelurahan Se-Kota Medan Mangkir RDP di DPRD Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut, Panwas Medan hingga Kelurahan mangkir memenuhi undangan DPRD Sumut, (4/2/2019).

Padahal, undangan tersebut seyogyanya membahas peran Panwaslu di tengah masyarakat, sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab bisa dilakukan sungguh-sungguh dan tepat sasaran.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz mengaku kecewa dengan ketidakhadiran Bawaslu, Panwaslu dan lainnya. “Agenda rapat kita ini untuk memperkuat peran Panwaslu yang bekerja di tengah masyarakat, sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab bisa dilakukan sungguh-sungguh dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Dia juga menegaskan, pemanggilan anggota DPRD Sumut oleh Panwas terkait kegiatan reses sangatlah tidak tepat. Sebab, kegiatan reses diperuntukkan untuk semua orang, yang juga didalamnya perlu hadir walaupun tidak diundang.

“Kegiatan itu terbuka, jadi kalau ada simpatisan dan pendukung dan menyuarakan serta membawa alat berbau kampanye, maka itu tidak bisa dianggap langsung itu kesalahan anggota DPRD tersebut. Kita mau menunjukkan itu, sehingga tidak ada kesalahan tugas Panwas selanjutnya,” tegasnya.

Tidak hadirnya para penyelenggara Pemilu tersebut, sambung Muhri, terkesan menghindar dari undangan yang disampaikan.

“Saya berharap Bawaslu provinsi bisa memediasi ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ketika mereka tidak hadir, berarti kami menduga mereka tidak memahami hubungan antara legislatif dan Bawaslu, Panwas selama ini, dan kita berhak melaporkannya ke DKPP,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli juga mengatakan, sumber daya alam (SDM) Panwas rendah. Hal itu dapat dilihat dari surat yang diterima Nezar dari Panwas Kecamatan Medan Marelan beberapa waktu lalu.

“Saya dipanggil sebagai anggota DPRD Sumut bukan sebagai Caleg. Apa hak mereka memanggil saya, sebagai anggota DPRD, kalau saya dipanggil sebagai Caleg NasDem saya datang,” imbuhnya.

Surat tersebut, lanjutnya, menunjukkan rendahnya SDM kecamatan tersebut. “Saya dipanggil karena kegiatan reses kemarin, saya ngak tahu kenapa,” ungkapnya. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *