Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Tewasnya ART Usai Gugurkan Kandungannya | Pelaku Ternyata Pacar Korban

MEDAN (bareskrim.com) | Kasus tewasnya seorang asisten rumah tangga berinisial YL (21) bersama bayi didalam kandungannya berusia 7 bulan, berhasil diungkap Tim Pegasus Polsek Medan Baru.

Dalam pengungkapan ini, pelaku diketahui seorang pacar dari korban yang merupakan salah seorang Mahasiswa dari Universitas Kota Medan, Meiman Jaya Luhu (20), yang turut serta membantu korban untuk menggugurkan kandungan sang pacar.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH dan Panit 2 Reskrim Ipda Immanuel Ginting SH MH, mengatakan pelaku pacaran dengan korban sejak Juli 2018.

“Pelaku Meiman Jaya Luhu di tangkap dari tempat kosnya di Jalan Bulan, Kecamatan Medan Baru, setelah petugas mendapat laporan tentang adanya aborsi,” kata Kapolsek Medan Baru.

Tim Pegasus Polsek Medan Baru yang mendapat laporan itu, turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan fakta-fakta yuridis lainnya, petugas melakukan pengembangan dan mengetahui bahwa sang pacar korban terlibat dalam kejadian tersebut yang motifnya membantu korban untuk menggugurkan kandungannya dengan memberikan obat pengugugur kandungan yang dibeli toko online,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 348 KUHPidana. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang asisten rumah tangga berinisial YL (21) ditemukan tewas dalam kamar di rumah majikannya di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Medan Petisah pada Sabtu (9/3). Diduga ia baru saja menggugurkan bayinya yang berusia 7 bulan di dalam kamar mandi.

Terungkapnya kasus ini berawal dari sang majikan korban bernama Silvia (32) memanggil korban ke kamar karena biasanya korban telah keluar dan melakukan aktivitasnya sebagai asisten rumah tangga.

Namun, saat berada di depan pintu kamar korban, Silvia melihat ada darah. Ia pun memanggil suaminya Yopi (34). Dari balik pintu kamar, mereka menanyakan kepada YL kenapa ada darah. Korban lalu mengaku bahwa dirinya sedang menstruasi.

Kedua majikan YL bersikeras memintanya untuk membuka pintu kamar, namun ia tidak mau membuka dengan alasan belum berpakaian. Setelah ditunggu korban kemudian membuka pintu kamarnya. Namun ia hanya menjulurkan kepala dari balik pintu.

Namun Silvia dan Yopi melihat wajah YL sangat pucat dan lemas. Mereka kemudian bergegas memberikan susu kemasan dan menyuruh YL meminumnya. Korban sempat meminum susu itu dan mengaku sudah merasa lebih baik. Korban meminta izin untuk beristirahat.

Mendengar pengakuan korban, sang majikan meninggalkan korban di kamar. Karena korban bilang udah mendingan, saksi pergi mengurus anaknya.

Silvia yang merasa prihatin dengan kondisi pekerjanya, tetap memantau situasi kamar. Silvia sempat melihat YL keluar kamar dengan tubuh berbalut handuk.

Merasa iba, Silvia pun menyempatkan diri menggoreng telur untuk diberikan YL. Saat mengantarkan telur saksi melihat korban sudah tertidur di lantai. Saksi juga melihat banyak darah yang berceceran.

Sang majikan lalu memanggil ambulancs untuk menolong korban. Namun, saat ambulans datang ke rumah korban sudah meninggal dunia.

Dari dalam kamar mandi kita menemukan orok bayi berjenis kelamin laki-laki. Kita juga menemukan 3 papan obat merk Sapros yang diduga digunakan untuk menggugurkan kandungannya.

Dugaan sementara korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan dan bayinya meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *