Pegasus Polsek Medan Baru Ungkap Pelaku Pembunuhan Bayi Dalam Tempo 6 Jam

MEDAN (bareskrim.com) | Pelaku pembunuhan bayi yang ditemukan di Jalan Antariksa, Sari Rejo, Medan Polonia, berhasil diungkap Team Pegasus Polsek Medan Baru dalam tempo 6 jam.

Pelaku pembunuhan bayi berjenis kelamin perempuan itu tak lain merupakan ibu kandung sang bayi, Dewi Purnama Sari (28) warga Tulung Mili Indah, Kota Bumi Ilir, Kota Bumi.

Wanita asal Lampung itu merupakan pembantu rumah tangga di perumahan Malibu Indah.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H.Tobing SIK yang didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba SH MH dan Panit II Reskrim Ipda Immanuel Ginting SH MH kepada wartawan mengatakan, Dewi ditangkap 6 jam setelah sang bayi ditemukan di tong sampah.

Saat itu, tepatnya pada Selasa (19/3) sekira jam 09.00 WIB, seorang petugas dinas kebersihan, Jasminto Siagian menemukan bayi malang itu dalam keadaan tak bernyawa di tempat pembuangan sampah sementara, di Jalan Antariksa, persis di depan komplek CBD.

“Dari keterangan petugas dinas kebersihan, dirinya mengutip sampah di blok E, F dan H. Dari keterangan itu kita lakukan penyelidikan dan menemukan pasien wanita atas nama DPS dirawat di rumah sakit Materna mengalami pendarahan,” beber Martuasah, Senin (25/3/2019).

Terhadap pasien itu, petugas pun melakukan interogasi. Ternyata kecurigaan petugas pun tak meleset. Dewi mengaku bahwa dirinya baru saja melahirkan seorang bayi perempuan dan memasukkannya ke dalam plastik kresek dan membuangnya di tong sampah milik majikannya, di perumahan Malibu Indah, Blok H, No 27.

“Dari lokasi, kita mengamankan barang bukti sebuah pisau cukur, plastik kresek dan sepasang baju tidur milik pelaku,” lanjut Martuasah.

Kepada petugas, Pelaku mengaku khilaf dan menyesal atas tindakannya. “Khilaf saya pak, saya menyesal,” ucap Dewi sembari mengaku baru bekerja selama 8 bulan di perumahan Malibu.

Wanita asal Lampung itu mengaku bahwa bayi yang dilahirkannya itu merupakan hubungannya dengan sang suami. Namun, dengan alasan masih ingin bekerja, Dewi nekat membuang bayi tak berdosa itu ke tempat sampah.

“Sebelum saya kerja, saya udah isi. Tapi saya nggak tau kalau saya udah isi. Kan nggak enak kalau saya bekerja dan punya bayi. Saya masih mau bekerja dan membantu suami saya di kampung,” ujarnya.

Masih kata wanita beranak dua itu, dirinya mengaku tidak berniat untuk membuang buah cintanya dengan suaminya itu. Namun, karena takut akan dipecat oleh majikan, Dewi pun khilaf dan melakukan aksi tak terpuji itu.

“Nggak ada niat ku pak. Nggak tau lah, saat itu saya bingung,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, warga yang bermukim di Jalan CBD, Sari Rejo, Medan Polonia mendadak geger. Pasalnya, persis didepan komplek CBD, salah seorang pemulung menemukan bayi perempuan tak bernyawa ditumpukan sampah. Sontak, temuan itu pun membuat warga menyemut di sekitar lokasi sebelum polisi mengevakuasi jasad bayi tersebut ke rumah sakit Bhayangkara.

Atas perbuatannya, Dewi pun dikenakan pasal 342 subs pasal 341 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *