Polrestabes Medan Tangkap Curanmor dan Penadahnya | Satu Ditembak

MEDAN (bareskrim.com) | Dua pelaku pencurian sepeda motor ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Medan. Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya karena melakukan perlawanan.

Kedua pelaku adalah Ilham Pulungan (23) warga Jalan Karya Jaya, Medan Johor dan Mekel. Selain pelaku, petugas juga menangkap dua orang penadahnya, yaitu Darwin Alamsyah (41) warga Jalan Pintu Air, Medan Johor dan Daniel Harefa (47) warga Jalan Tani, Medan Selayang.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban Syafawani Fatin (24) warga Dusun VII Suka Maju Indah, Sunggal Deli Serdang.

Dalam laporannya, korban mengaku kehilangan sepeda motor Honda Scoopy BK 4017 AAP, yang terparkir di samping diskotik New Zone, Jalan Wajir Medan pada 17 Maret 2019.

“Saat ini korban datang dan memarkirkan sepeda motornya, lalu masuk ke dalam diskotik. Beberapa jam kemudian korban keluar dan tidak melihat sepeda motornya,” kata Putu, Jumat (29/3/2019).

Petugas yang melakukan penyelidikan, mendapat informasi pelaku berada diseputaran Jalan Gatot Subroto Medan. Petugas pun bergerak cepat dan menangkap pelaku Mekel pada Selasa (26/3/2019).

“Pelaku mengaku melakukan pencurian bersama rekannya Ilham. Petugas lalu melakukan pengembangan menangkap pelaku Ilham di Jalan Karya Muda,” ujarnya.

Berdasarkan interogasi, pelaku Ilham mengaku menjual sepeda motor itu kepada Darwin Alamsyah alias Pakde. Petugas kembali melakukan pengembangan dan menangkap pelaku.

“Pelaku Dawrin mengaku telah menjual sepeda motor itu kepada Daniel. Petugas pun kembali menangkap pelaku Daniel. Pelaku mengaku membeli sepeda motor itu Rp 1.800.000,” ucapnya.

Namun, pelaku Daniel telah menjual sepeda motor itu kepada seseorang bernama Rukun (belum tertangkap) Rp 2.700.000.

“Saat dilakukan pengembangan pelaku Ilham berusaha melawan petugas, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya,” jelasnya.

Dari pelaku dan penadah disita barang bukti 1 kunci T, dan uang Rp 400.000 hasil sisa penjualan sepedam motor.

“Untuk pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. Sementara penadahnya dijerat dengan Pasal 480 KUHPidana,” pungkasnya. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *