Kapolsek Medan Labuhan “Bungkam” Saat Dikonfirmasi Perkembangan Kasus Penganiayaan Pimred Pos Metro

MEDAN (bareskrim.com) | Hingga sampai sepekan lebih, Kasus penganiayaan terhadap Budi Hariadi (38) Pimred Pos Metro, nampaknya bagaikan air yang mengalir begitu saja di Polsek Medan Labuhan.

Meskipun kasus tersebut telah dilaporkan sesuai dengan laporan nomor LP/198/III/SU/2019/PEL-BELAWAN/SEK-MEDAN LABUHAN, sampai saat ini belum ada satupun saksi maupun terduga pelaku yang telah ditetapkan sebagai pelaku.

Beredar informasi dikalangan wartawan yang menyebutkan pelaku belum juga ditangkap oleh Polsek Medan Labuhan.

Padahal, sejumlah awak media berharap adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap para pelaku penganiayaan yang menimpa Pimred Pos Metro yang terjadi di lokasi judi tembak ikan di Jalan Pasar IV tepatnya di Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, oleh Ationg dan pria berambut cepak pada Kamis (28/3/2019) sekira pukul 14.00 WIB lalu, sampai saat ini peristiwa tersebut masih menjadi sorotan awak media dan awak media menanti kabar ditangkapnya para pelaku.

Ketika Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto SH SIK ketika dikonfirmasi, Senin (8/4/2019), siang mengenai kasus penganiayaan terhadap Pimred Pos Metro melalui WhatsApp di nomor +6282124492XXX. Mantan Wakasat Narkoba Polrestasbes Medan itu “bungkam” tidak menjawab konfirmasi tersebut dan hanya membaca konfirmasi yang dilanyangkan melalui WA pribadinya.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan akan memonitor penanganan laporan wartawan tersebut dan segera diproses sampai pelaku dapat ditangkap dan dihukum sampai ke pengadilan.

“Kita akan memonitor penanganan laporan ini, sehingga pelaku nantinya dapat diproses hukum sampai ke pengadilan. Tidak boleh sewenang senang menganiaya orang lain. Hukum harus ditegakkan,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, Jumat (29/03/2019).

Selain itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mendesak pihak kepolisian harus segera mengusut siapa “Algojo” penganiaya jurnalis itu. Desakan untuk mengusut kasus penganiayaan jurnalis ini, juga sebagai upaya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai pengayom masyarakat dalam penegakan hukum.

“Jadi, kita mendesak polisi untuk segera mengusut kasus ini, karena ini adalah bagian dari komitmen kita sebagai masyarakat untuk menjaga “Wajah” kepolisian sebagai penegak hukum yang profesional, moderen dan terpercaya (Promoter),” katanya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *