6 Orang ‘PKS’ Ketangkol Bagi-bagi Souvenir

MEDAN (bareskrim.com) | Polisi menangkap enam orang yang diduga melakukan pembagian barang (handuk dan kartu nama caleg) pada masa tenang pemilu 2019.

Diduga keenamnya telah melanggar Pasal 523 ayat (2) juncto Pasal 278 ayat (2) UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu ancaman Hukuman 4 tahun.

Informasi yang dihimpun, keenam orang itu TT (25), SR (35), MP (42), MRI (19), AF (29) dan MH Nasution (62) diamankan di Kantor PKS di Jalan Sei Beras, Medan Baru pada Senin (15/4/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Awalnya, petugas Polsek Medan Baru menerima adanya informasi tentang pembagian bungkusan souvenir kepada masyarakat, untuk memilih salah satu caleg oleh sekelompok orang yang dilarang dalam UU Pemilu.

Mendapat informasi itu, timsus Money Politik Politik Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru serta Panwas Kecamatan Medan Baru, melakukan penyelidikan dengan turun ke lokasi.

Disitu petugas menemukan sekelompok masyarakat yang telah menerima bungkusan berisi handuk dan kartu nama untuk memilih dan mencoblos Sutias Handayani (Caleg PKS no urut 2 DPR RI), Hj Ernawaty Ginting (Caleg PKS no urut 5 DPRD Provinsi), H. Rajuddin Sagala (Caleg PKS no urut 2 DPRD Kota Medan) dan M Nuh MSP (Caleg DPD RI no 30).

Dari lokasi petugas menyita 6 buah handuk, 1 buah tas hitam dan 33 lembar kertas brosur atas nama caleg. Selanjutnya, keeman orang dan barang bukti diserahkan ke Panwas Medan Baru Kota Medan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, membenarkan, Panwas Medan Baru bersama pihak kepolisian telah mengamankan 6 orang yang diduga melakukan pembagian barang (handuk dan kartu nama caleg) pada masa tenang pemilu 2019.

“Benar, saat ini ke enam orang bersama barang bukti telah diserahkan ke Panwascam Medan Baru,” kata AKBP Putu, saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Hal senada juga dikatakan, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap yang membenarkan perihal tersebut. “Benar, Panwas Medan Baru yang menemukan,” katanya.

Payung mengatakan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk Bawaslu dalam hal ini masih melakukan pendampingan,” pungkasnya. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *