Argitha Aricindy Wakili Unimed di Ajang Pilmapres 2019

MEDAN (bareskrim.com) | “Semangat untuk berprestasi, kalau kita mau pasti bisa”. Itulah motto Argitha Aricindy, mahasiswi yang miliki segudang prestasi. Ia akan mewakili Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam ajang nasional Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2019 pada 23 – 25 Juli 2019.

Argitha, yang tercatat sebagai mahasiswi semester 6 Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Unimed, pernah menjuarai ajang tingkat nasional dan internasional. Hingga saat ini puluhan penghargaan telah Ia sabet baik secara perorangan maupun grup.

Sebut saja misalnya, Medali Emas dan Special Award pada ajang Internasional Research Invation, Innovation Solution and Expotition (IRIISE) tahun 2018 di Malaysia, Medali Emas pada ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018, Juara 1 Film Pendek Pelajar Sumatera Utara, Juara II pada ajang Unsyiah Research Festival 2017, Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Unimed Conservation 2017, dan berbagai prestai lainnya. Argitha juga dua kali mendapat pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) pada Program Kreativitas Mahasiswa.

Tekun dan haus akan prestasi, tak membuat Argitha individualis. Ia bergabung dengan berbagai komunitas dan organisasi seperti LPPIM, Tarung Derajat, Persema Bimed, HMJ Pendidikan Antropologi, Pramuka Kecamatan Pantai Cermin dan pernah menjadi Sekretaris OSIS.

“Menurut saya, tidak individualis dengan ikut banyak organisasi, itu yang membuat kita banyak prestasi. Disitu kita banyak diskusi dan bertukar pikiran. Saya juga ikut komunitas belajar di Antropologi,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana membagi waktu antara kuliah, berorganisasi dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi, gadis yang lahir di Ujung Batu Rokan 19 Maret 1998 silam ini memiliki tips tersendiri.

“Malamnya biasa saya buat schedule apa saja yang akan dilakukan besok, kemudian saya buat prioritas. Saya juga biasanya tidur dulu dari jam 8 sampai 10 malam. Baru nanti jam 2 malam bangun untuk belajar. Karena disitu kita lebih fokus dan membuat pekerjaan lebih cepat selesai,” beber mahasiswi yang pernah mengikuti Program Transfer of Credit di UGM ini.

Motivasinya untuk berprestasi juga tak lepas dari dorongan orang tua dan keluarga. “Saya peserta beasiswa Bidikmisi. Anak kedua dari tiga bersaudara. Bukan dari keluarga yang cukup mampu. Selain dorongan orang tua, Saya juga ingin menjadi contoh bagi adik saya. Makanya saya ingin berprestasi setinggi-tingginya,” jelas Argitha.

Pada Pilmapres 2019, Argitha mengajukan gagasan tentang pemberdayaan kaum lansia dengan Klinik Mobil Herbal. Gagasan ini lahir dari kepeduliannya terhadap kaum lansia yang susah mendapat akses kesehatan.

Disebutkan Argitha, kaum lansia mengalami penurunan kesehatan dan banyak terkena penyakit serta susah untuk bergerak. Dari pengamatannya, lansia juga senang berkumpul dengan kaum sesama lansia. Klinik Mobil Herbal ini yang akan menjembatani lansia untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dan sebagai tempat berkumpul.

Klinik Mobil Herbal setidaknya memiliki tiga layanan yakni memfasilitasi senam lansia, pelatihan memori, dan menanam obat herbal. ”Ide ini juga merupakan keterbauran karena klinik kesehatan tersedia saat ini adalah klinik yang didatangi oleh pasien. Sebaliknya Klinik Mobil Herbal yang mendatangi pasien. Jadi lebih cepat dan efisien,” pungkasnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *