Univa Labuhanbatu Belajar ke Unimed Dalami Kurikulum KKNI

LABUHAN BATU (bareskrim.com) | Universitas Al Wasliyah (Univa) Labuhanbatu mengandeng Universitas Negeri Medan dalam merevisi kurikulum pembelajarannya, dengan mengundang Dr Martina Restuati MSi (Dekan FMIPA Unimed) dan Fitriani Lubis SPd MPd (Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia Unimed) sebagai narasumber pada kegiatan Workshop Revisi Kurikulum Univa Labuhanbatu di Aula Univa Labuhanbatu, (23/4/2019).

Adapun yang hadir pada workshop tersebut, Wakil Rektor I, Dekan se-lingkungan Univa Labuhanbatu, Kaprodi, dosen-dosen, stakeholder, pengguna lulusan, alumni dan ratusan mahasiswa Univa Labuhanbatu.

Wakil Rektor I Labuhanbatu, Dr Hj Meyniar Albina MA mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama yang kita bangun dengan Universitas Negeri Medan. Univa Labuhanbatu melaksanakan workshop ini dalam rangka perbaikan kurikulum universitas, Univa Labuhanbatu minta bantuan dan mendatangkan Dekan FMIPA dan Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNIMED untuk memberikan pencerahan dan membantu dalam bidang akademik di Univa Labuhanbatu pada hal-hal yang meliputi merevisi kurikulum, peninjauan visi misi, penyusunan RPS sesuai format Belmawa, dan merancang pembelajaran berbasis E- Learning.

“Kegiatan ini dan hadirnya dosen dari Unimed menambah spirit kami untuk memahami dan mendalami tentang kurikulum KKNI Revolusi 4.0. Kami dari civitas akademika Univa Labuhanbatu terutama Rektor Univa Labuhanbatu Basyarul Ulya SH MM, sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini terutama bagi narasumber. Beberapa prodi dalam waktu dekat ini akan akreditasi visitasi, oleh sebab itu kegiatan ini agar bisa memantapkan bidang kurikulum dan meningkatkan nilai akreditasi setiap prodi prodi di Univa Labuhanbatu,” ucap Wakil Rektor I Labuhanbatu.

Dr Martina Restuati MSi memaparkan, kurikulum KKNI di era Revolusi Industri 4.0 sebagaimana yang diterapkan di Unimed saat ini. Adapun standar perangkat perkuliahan yang disusun harus menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Melalui KKNI kompetensi mahasiswa dibina melalui enam cara yang disebut 6 tugas, yakni; tugas rutin, critical book report, critical journal report, rekayasa ide, mini research dan project.

“Dengan diterapkannya kurikulum berbasis KKNI di Univa Labuhanbatu diharapkan akan mempermudah proses PBM dalam mencapai outcome yang diharapkan dari semua materi perkuliahan sehingga lulusan telah siap pakai di dunia kerja, terutama di era revolusi Industri 4.0. Selain itu, capaian dari kurikulum KKNI akan berdampak positif bagi seluruh stakeholder lebih percaya pada lulusan Univa Labuhanbatu. Rancangan tersebut pastinya akan didukung oleh kesiapan SDM dosen dan sarana prasana media pembelajaran yang memadai,” ujar Dr Martina Restuati MSi. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *