Guru Pencabul Murid Dilaporkan ke Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Oknum guru agama Kristen di Sekolah Dasar (SD) Negeri 173297 Sigumbang, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapunuli Utara (Taput), inisial SMN dilaporkan ke Subdit IV/Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Selasa (14/5/2019).

Terlapor diduga telah mencabuli enam muridnya secara bergantian di tempat terpisah dengan memberi imbalan uang bervariasi.

“Perbuatan cabul itu dilakukan SMN kepada enam murid di perpustakaan sekolah,” sebut kuasa hukum korban, Johanes kepada awak media di Mapolda Sumut, Selasa (14/5/2019).

Adapun keenam murid korban pencabulan tersebut, FMN, RLS, AES, CAWS, MOS, dan MSS. Pencabulan itu dilakukan terlapor diawali dengan perintah memijatnya kepada korban.

Untuk memuluskan aksinya, para korban diberi uang mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. “Mereka semua digilir sama SMN di perpustakaan dan diancam agar tidak ngomong ke orang lain termasuk ke orangtuanya,” kata Johanes.

Pencabulan dengan cara menggerayangi kemaluan korban dan oral tersebut terungkap setelah seorang korban RLS melapor kepada orangtuanya hingga sempat dipermasalahkan di sekolahan, namun tidak ada penyelesaian dan tindakan terhadap SMN.

“Namun, tidak digubris sama pihak kepolisian. Malah, tersangka masih berkeliaran dan mengajar di sekolah tersebut,” kesal Johanes.

Karena itu, sebut Johanes, pihaknya berinisiatif melaporkan SMN ke Polda Sumut. Dia berharap, SMN dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

Johanes mengungkapkan, pencabulan itu terjadi diawali pada 1 September 2018 sekitar pukul 09.30 WIB. SMN memanggil satu murid untuk datang ke ruang perpustakaan. SMN kemudian meminta korban untuk mengusuk punggungnya.

Namun, SMN kemudian membuka celananya dan meminta murid untuk memegang kemaluannya. SMN juga meminta murid untuk membuka celananya. “Kemudian SMN menggerayangi kemaluan murid tersebut,” ujarnya.

Sebenarnya, sambungnya, ada tujuh korban dan satu sudah diproses hukum dan sudah P22. “Jadi untuk satu korban sudah berjalan kasusnya, tapi tersangka tidak pernah ditahan. Jadi ini kasus baru. Makanya kita laporkan sekarang,” katanya.

Johanes berharap, kasus ini cepat diselesaikan pihak Polda Sumut dan semoga Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilik kasus ini.

Sementara, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, ini kasus lama dan berkasnya sudah lengkap (P21). “Jadi sudah kita serahkan dalam tahap dua. Tersangka dan barang bukti sudah kita serahkan ke JPU,” terangnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *