Polri Siaga 1 | Kabarnya Bakal Ada Aksi Massa Besar 25 Mei di Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Ribuan pengunjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara, berjanji akan melakukan aksi yang serupa dengan jumlah massa lebih besar lagi.

“Hari ini kami atur napas dulu, atur stamina karena pada 25 Mei 2019, massa akan kembali lagi,” kata Ketua Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut, Prabualam Syahputra sebelum memandu massa untuk bubar, (22/5/2019).

Prabualam menambahkan, dalam rangka mempersiapkan aksi lanjutan pada 25 Mei, mereka akan melakukan rapat dengan seluruh elemen dan mahasiswa di Sumatera Utara (Sumut).

“Kami akan rapat lagi, (23/5/2019). Mungkin presidium akan rapat untuk membahas bagaimana agar massa minimal 50 ribu akan turun ke Medan,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polri bersama TNI siap melakukan pengamanan aksi unjukrasa di KPU Sumut maupun Bawaslu Sumut. Aparat tidak akan pernah kendur. “Kita bersama TNI (Kodam I/BB) siap mengamankan aksi lanjutan itu,” katanya.

Kendati demikian, MP Nainggolan meminta, massa tidak anarkis saat menyampaikan aspirasi di depan umum. “Kita mau semuanya berjalan dengan aman dan damai tanpa ada kerusuhan,” ujarnya.

MP Nainggolan menyatakan, Polri telah melakukan siaga 1 dalam pengamanan pasca penetapan hasil Pemilu 2019. “Dari mulai tanggal 22 Mei sampai 25 Mei, kita (Polri) siaga 1 untuk mengamankan situasi,” terangnya.

Disebutnya, Polda Sumut dan Kodam I/BB akan menurunkan kekuatan sepenuhnya dalam melakukan pengamanan saat massa melakukan aksi pasca keputusan Pemilu. “Kalau Polda sebanyak 13.002 personel,” sebutnya.

Disinggung mengenai surat pemberitahuan melakukan aksi, Polda Sumut mengaku belum menerima. “Kalau di Polda sampai saat ini belum ada, tapi kalau di Polrestabes Medan, saya belum monitor,” aku MP Nainggolan.

MP Nainggolan menambahkan, latar belakang dikeluarkannya siaga 1 ini tentunya sudah melewati proses pertimbangan oleh Mabes Polri. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan yang dapat terjadi dalam aksi demonstrasi pascapenetapan rekaputilasi KPU.

“Kepolisian kan harus siap. Apalagi, sudah diketahui adanya kekisruhan dalam aksi-aksi demonstrasi,” tukasnya.

Polda Sumut telah menyiapkan sebanyak empat Kompi Kerangka yang terdiri dari tiga Kompi personel pria dan satu kompi personel polwan. Satu kompi tersebut terdiri dari 100 sampai 120 orang personel.

Selain itu, satu Kompi Kerangka ini terdiri dari tiga unit pleton. Untuk satu pleton, terdiri dari 31 orang personel kepolisian. “Personel ini akan standby di Mapolda Sumut. Jadi kalau sewaktu-waktu Karo Ops menggerakkan, maka personel ini akan diturunkan ke lapangan,” paparnya.

Untuk jajaran Polres juga telah disiapkan personel dalam siaga 1 ini. Hanya saja, di tingkat Polres Pleton kerangka. “Kalau untuk jumlah personel dari Polda Sumut ada sebanyak 13.002 orang, termasuk yang berjaga-jaga di KPU dan Bawaslu,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *